REFLEKSI | Takdir dan Spirit Kita
Adapun penjelasannya terkait dua jenis takdir ini adalah sebagai berikut ;
1. Takdir Mubram
Yaitu bentuk takdir yang sudah paten, mutlak. Takdir semacam ini, tidak dapat diubah dengan cara dan ikhtiar apa pun. Hal ini karena Allah SWT telah menjadikan takdir Mubram sebagai ketentuan yang pasti, dan setiap manusia tidak diberi kuasa untuk mereka-reka ketentuan terhadap takdir ini. Misalnya, kita terlahir dari orang tua yang mana, etnis apa, agama apa, ketentuan pada takdir itu ada pada otoritas kehendak Allah.
Dan pada kematian pun, itu termasuk dalam takdir Mubram. Allah SWT berfirman, “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A'raf: 34)
2. Takdir Mu'allaq
Takdir mu’allaq, yaitu takdir yang masih bersifat kondisional sehingga, untuk takdir jenis ini, bisa diubah dengan ikhtiar manusia.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surat An-Najm ayat 39-40 yang artinya ; “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”
Dari ayat di atas, ada spirit yang manusia harus bangun, rasa optimismenya, dan kepercayaan diri untuk berikhtiar secara sungguh-sungguh, dengan semangat pantang menyerah, tentunya akan memberikan bukti, capaian hasil akhir dari apa yang kita perbuat itu...dan hasil ikhtiar dengan penuh rasa optimisme itulah yang akan terasa oleh kita, dan Allah akan menunjukan hasil usaha kerja keras kita yang berproses itu, dengan memperlihatkan hasil usaha kita yang terus mengalami kemajuan, tentunya itu pun, dibarengi dengan adanya strategi kita dalam menyikapinya, dan menjalankan ikhtiarnya. Dalam hal ini, ikhtiar dibarengi doa sebagai suatu spirit motivasi tentunya akan kita perlukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!