REFLEKSI | Marah Berlebihan
Marah sendiri pada umumnya terjadi, itu karena ada pemicunya dari luar, sehingga respon yang di ungkapkan adalah, ekspresi perilaku yang di perlihatkan oleh mimik, raut muka yang tegang, garang, dan hadirnya intonasi suara yang meninggi, detak jantung cepat, tak menentu, nafas menderu tak karuan, kondisi ini jika tak terkendali, akan berujung tindakan fisik dan berujung pada terjadinya konflik.
Marah harus di siasati dengan tenang. Marah harus harus dikendalikan dengan sabar. Marah harus dijinakan dengan kelemah lembutan. Bila marah datang, alihkan emosi kita, dengan sesaat memejamkan mata. Bila marah sudah di ujung tanduk, diam dan lemaskan otot otot ketegangan, agar emosi tak meluap secara berlebihan.
Marah dalam gambaran banyak kisah dalam dongeng, selalu berakhir dengan ketragisan dan kegagalan...begitupun dalam banyak mitos, cerita rakyat yang beredar, pun sama dalam kisah para Nabi, gambaran kemarahan adalah peristiwa yang di nukilkan dalam bentuk penyesalan, dan datangnya kesulitan pada proses perjalanan berikutnya.
Perhatikan contoh dari cerita Timun Mas, raksasa yang mengejar Timun Mas, dengan kemarahan yang meluap akhirnya terperosok ke tanah berlumpur yang menyedot dirinya hingga tenggelam. Dalam Cerita mitos Sangkuriang, kemarahannya yang tak bisa mewujudkan membuat danau, mengharuskan dia menendang perahu, sehingga gambaran perahu yang ia tendang, dan berubah menjadi gunung, adalah gambaran kemarahannya yang besar, dan keputusasaan nya. Begitupun dalam kisah para Nabi, Nabi Nuh sampai harus memohonkan doa, karena umatnya telah membangkang, menghinakan, menistakan, dan mendustakan dirinya, dan menantang meminta di azab, dengan diturunkannya hujan yang akhirnya menyebabkan banjir besar yang tercatat dalam banyak kitab suci.
Semoga kita semua bisa memenej dengan baik, emosi yang dimiliki, dalam marah yang berlebihan. Marah selalu meninggalkan penyesalan, jika kita tak mampu melakukan kontrol diri.
Mengapa kita harus marah ! Jika kita tahu marah tak dapat menyelesaikan masalah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!