REFLEKSI | Marah Berlebihan

ED
Sabtu, 5 Maret 2022 | 15:53 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Marah Berlebihan

Oleh Bambang Melga Suprayogi

MARAH berlebihan merupakan akumulasi dari banyak faktor yang mempengaruhi kejiwaan kita. Bisa jadi karena terbawa emosi, dari pengaruh luar diri kita, akibat adanya penyebab eksternal, yang kita respon. Sehingga kita pun terbawa larut, dan membakar bola panas itu makin membesar...!

Eh dilalahnya, internal kejiwaan kitapun sama, sebelas dua belas, kita suka sekali pada pancingan-pancingan tersebut, bukannya redam, yang ada, malah kita makan ! Maka wajar semakin membakar, dan inginnya menghanguskan...!

Marah berlebihan itu bisa diredam, dengan kita turunkan tensi emosi kita sesaat ! Cukup sebentar kita tarik nafas ! Pejamkan mata ! Totok, atau memijat syaraf ketegangan kita sekitar kening. Tahan diri, coba sabar beberapa waktu. Jika bisa, beranjaklah segera dari tempat yang membuat kita ada di sana, itu akan jauh lebih membantu. Dan kita bisa terbebas dari suasana kemarahan kita, yang akibatnya, bisa menularkan kemarahan itu pada orang lain.

Marah adalah virus ! Virus akut yang dapat menganggu kesehatan ! Jika marah adalah gejala kita sakit ! Maka jiwa kitalah yang perlu di obati itu.

Dalam beberapa ajaran agama, menyikapi marah ini bisa dengan menguatkan hati, misalkan di agama Islam, dengan beristighfar, mengambil wudhu, dan berdzikir. Di agama Nasrani dengan harus panjang sabar, dan tidak lekas tersulut marah, marah sendiri bagi orang Nasrani, hanya dilakukan orang bebal yang melampiaskan seluruh amarahnya, sebagai orang bodoh.

Di setiap agama cara mengatasi marah pastinya ada. Dan semua itu sebagai rujukan bagi pemeluknya. Namun intinya sama, marah adalah hal buruk yang harus dihindari. Apalagi marah berlebihan, harus sangat dihindari, dan akan merusak semua pondasi nilai dari ke imanan kita.

Marah Menurut Mawardi Labay El-Sulthani, "marah adalah suatu luapan emosi yang meledak-ledak dari dalam diri yang dilampiaskan menjadi suatu perbuatan untuk membalas kepada orang yang menyebabkan marah."

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.