REFLEKSI | Kotak Amal itu Isinya Bukan Doa
Benar. Uang bukan segalanya. Tapi lihatlah realitanya: Segala kebaikan butuh "bensin" bernama uang.
Malaikat Tak Butuh Ongkos, Tapi Kita Butuh. Niat kita mungkin sesuci malaikat: ingin menyantuni yatim, ingin membangun sumur di desa kering, ingin memberangkatkan haji orang tua.
Tapi di dunia fana ini, niat saja tidak bisa dipakai membayar kontraktor.
Tukang bangunan tidak menerima pembayaran via "Al-Fatihah". Mereka butuh Rupiah untuk beli beras.
Tanpa uang, niat suci itu hanyalah doa yang lumpuh; ia punya sayap, tapi tak punya tenaga untuk terbang.
Mencuci "Daki Dunia" Menjadi "Cahaya". Uang itu netral, sesepele pisau dapur. Di tangan koruptor, uang adalah Daki kotoran yang menyumbat pori-pori moral.
Tapi di tangan orang dermawan, uang berubah wujud. Saat lembaran kertas itu masuk ke celah kotak amal, ia mengalami transubstansiasi.
Ia bukan lagi alat tukar. Ia berubah menjadi genteng yang menaungi orang sholat. Ia berubah menjadi bubur ayam yang masuk ke perut anak yatim yang lapar. Ia berubah menjadi Cahaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!