REFLEKSI | Kebencian dan Fanatisme
Dosa terbesar itu kebodohan, sedang dosa yang tak terampuni adalah syirik.
Sehingga pantas, pada masa kejahiliyahan di jaman Nabi SAW, Allah turunkan wahyu pertamanya, perintah untuk ber "IQRA," baca, belajar agar tidak menjadi orang bodoh.
Dan semua itu agar kita tidak mudah dibodohi oleh siapapun, termasuk ulama yang menyesatkan, dengan jargon agama yang mereka propagandakan, yang biasanya membutakan kita, jika kita tak faham jalan kebenaran dalam agama, seperti yang dicontohkan Nabi SAW. Sebab ulama-ulama Su, yang menyesatkan fenomenanya banyak kita lihat kemunculannya belakangan ini, dan mereka banyaknya menyasar umat yang polos, bodoh, dan bisa mereka tipu serta bodohi.
Siapa ulama Su' itu? Ulama Su adalah ulama ahli ilmu, atau ilmuwan yang buruk dan jahat. Rasulullah bersabda,”Ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama”. (HR Ad Darimi).
Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Musuh yang pandai lebih baik dari teman yang bodoh"
Itulah contoh kebencian dan fanatisme yang terlalu berlebihan, ia akan meracuni otak, dan daya nalar sehat yang kita miliki, jika ini terjadi...siap-siaplah kita menanggung resikonya, sesuai kadar kebencian dan fanatisme yang kita lakukan dari adanya kebodohan diri kita.
Semoga Allah selalu menjaga pikiran sehat kita semuanya. Menjauhkan dari kebencian dan fanatisme berlebihan. Yang nantinya akan menjerumuskan dan menyengsarakan diri kita, dan keluarga kita pada akhirnya.
Mari kita kembali pada ajaran Nabi SAW yang mulia, yang agamanya membuat kita tercerahkan, dan jadi penyelamat kehidupan, baik selagi di dunia, maupun di akhirat kelak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!