REFLEKSI | Kebencian dan Fanatisme
Maka, berbondong-bondonglah manusia bodoh dari kalangan baik mereka yang berilmu dan yang bodoh, turut melibatkan diri meninggalkan negerinya, untuk turut berjuang melakukan kerusakan di berbagai negeri-negeri Islam yang sebelumnya damai, di buat porak-poranda oleh mereka, termasuk oleh orang-orang dari negara kita, yang membantu ikut berperang bersama ISIS di sana.
Dan setelah seluruh dunia faham apa yang terjadi, atas tindakan kekejian dan kebrutalan dari ISIS, lalu diperangi bersama oleh banyak negara, kejatuhan ISIS, membuat mereka yang semula mendukung, ikut berperang, dan akhirnya kalah, lalu sekarang terlunta-lunta ditenda-tenda penampungan relawan ISIS yang kalah perang, dan jadi tawanan.
Mereka mendadak menjadi lemah, tekadnya berjihad dalam jalan salah, tak membuat mereka memburu syahid. Mereka malah takut pada kematiannya sendiri.
Apa yang mereka minta pada negara kita? Mereka meminta bantuan kepada negara, agar mereka para kombatan perang itu, bisa dipulangkan kembali ke negerinya masing-masing.
Dan mirisnya, setelah mereka tersadar dari kebodohannya, akhirnya mereka mau mengakui kebodohan mereka telah sebegitu membutakan akal sehatnya, begitupun dengan para simpatisan ISIS dari Indonesia, yang merasa dibodohi, sehingga ajakan dulu ikut berperang, jadi pembela ISIS, dan berani meninggalkan negerinya, sekarang merengek mendadak minta bantuan negara memulangkan mereka atas dasar kemanusiaan.
Apakah pantas mereka kembali ke negerinya Indonesia?
Setelah mereka berkhianat pada negeri ini, dan mencoreng citra dan marwah agamanya? Negara harus tegas, menolak mereka! Untuk para oknum warga negara yang telah terjerumus dan salah kaprah itu, negara berhak menolak mereka kembali !
Kerasnya negara menolak kedatangan, dan pemulangan mereka kembali, agar itu semua menjadi contoh, pembelajaran nyata, serta hukuman yang setimpal, karena mereka tak menghargai tanah airnya, dan tak menjaga kehormatan agamanya. Mereka yang terbawa hawa nafsu, akan mendapatkan balasannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!