REFLEKSI | Kebencian dan Fanatisme

ED
Jumat, 13 Mei 2022 | 07:36 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Kebencian dan Fanatisme

2. ia (Iblis) tanamkan rasa fanatisme pada manusia pengikut dirinya, dengan melabeli otak mereka suatu cap, egoisme, yang tak akan pernah hilang, dengan memasukan unsur fanatisme, yang membuatnya kecanduan faham yang semakin menjadikan manusia bodoh itu merasa lebih baik, lebih tinggi kedudukannya, lebih superior, dan merasa lebih mulia dan sempurna, segala rupanya dibanding yang lainnya...

Persis takala Iblis menolak bersujud pada Adam, sebab ia merasa dirinya paling mulia, terhormat dan unggul dalam hal penciptaannya.

Fanatisme sendiri adalah paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan, yang di sebabkan dangkalnya pemahaman, pengetahuan, wawasan, dan segi pergaulan yang tak luas, hingga akhirnya membuat diri orang yang memiliki sifat ini, terkungkung dalam kubangan kebodohan yang terus ia banggakan.

3. Selanjutnya setelah kedua komponen itu terbentuk, Iblis tiupkan pada jiwa orang-orang bodoh ini untuk melakukan tindakan kongkrit, mengibarkan dan memaklumatkan permusuhan, melakukan penentangan, membuat perlawanan, dan mengumumkan perang, baik pada golongan yang bersebrangan, keyakinan yang lain, maupun kepada negara, dimana mereka kumpulan orang-orang ini merupakan warga negaranya, yang pada akhirnya, Radikalisme tidak lepas dari pengaruh Iblis yang menginginkan anak turunan Adam untuk saling berhadapan dan berperang.

Kebodohan yang dilatar belakangi kebencian dan fanatisme, merupakan akar dari setiap permasalahan untuk umat, dalam agama dan keyakinan apapun. Ia menjadi penghancur kerukunan, toleransi, keadaban, dan peradaban manusia yang telah madani.

Orang-orang bodoh yang terjebak dalam kebencian dan fanatisme seperti ini, sesungguhnya hanya segelintir ! Tapi jumlah mereka yang segelintir itu, mampu militan, keras daya juangnya untuk mempengaruhi manusia lainnya agar sama seperti mereka, menjadi bodoh permanen.

Yang dengan kebodohannya itu, mereka pikir, merekalah orang yang paling pintar, terselamatkan, dan benar, persis seperti janji Iblis yang akan menjerumuskan anak turunan Adam, dalam hal militansinya, dan merasa paling pintar dan benar di banding Adam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.