REFLEKSI | Islam yang Tak Memaksakan
Yang pada akhirnya, itu bisa menjerumuskan dirinya, dan jika ia dipercaya dari sisi, segi status agama yang di anggap lebih, oleh orang lain, bisa jadi, ia secara sengaja, bisa menjerumuskan juga para jamaahnya, berbuat hal yang berlebihan.
Dalam peristiwa Nabi mendapatkan perintah salatpun, saat Isro Mi'raj, awalnya Nabi terima begitu saja kewajiban perintah salat yang Allah berikan, lalu beliau berubah pendirian, setelah bertemu dengan nabi Musa di langit ke enam, di mana Nabi Musa menginggatkan Nabi, agar meminta keringan kembali, pada Allah, karena perintah yang sama untuk umatnya Nabi Musa, Bani Israil pun, itu tak kuat umatnya emban...
Bayangkan risalah perintah salat dari 50 waktu, dan nabi bolak balik meminta keringan, jadi 10, akhirnya hanya 5 waktu, merupakan konsep cara berpikir kritis Nabi Musa, yang ia fahamkan kepada Nabi kita, menginggat kondisi fisik dari Umat Nabi Musa saja, tidak sanggup menjalankan ibadah sebanyak itu, apalagi umat Rasulullah Muhammad SAW.
Nah, cara berpikir kritis memang selayaknya menjadi faktor kita sebagai umat nabi melakukan suatu kajian dan analisis-analisis. Qur'an Surat Thaha ayat 2; Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;
Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185 Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Sebagaimana, Nabi pun melakukan hal yang sama, dalam melihat euforia umatnya, dipelaksanaan implementasi berbagai macam ibadah...sehingga dalam kitab Riyadhus Shalihin, karya Imam Nawawi, teguran nabi pada para sahabatnya, baik yang laki-laki maupun perempuan ada tercantum di sana.
Dari Anas Radhiyallahu anhu ia berkata, “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), mereka menganggap ibadah Beliau itu sedikit sekali. Mereka berkata, “Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberikan ampunan atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!