REFLEKSI | Islam yang Tak Memaksakan
Oleh Bambang Melga suprayogi M.Sn.
DALAM banyak kasus ibadah, sebagai ritual kita dalam beragama, khususnya Islam, kadang kita terlalu memaksakan diri, melakukan ibadah yang berat, diluar kemampuan fisik dari diri kita sendiri.
Semisal kita melaksanakan salat sepanjang malam, sholat dengan bacaan yang sangat panjang, tampa memperhatikan kondisi jamaahnya, yang berbeda dalam kondisi, baik fisik maupun usia. Lalu puasa berlebihan di luar bulan puasa, dan dilakukan sepanjang waktu, berdzikir, wirid, dan mengejar pengajian-pengajian sampai lupa waktu, sehingga berdampak ada ketimpangan dan tidak wajar.
Apakah ini baik ? Apakah itu diajarkan oleh Nabi kita ?
Tentu tak salah, sangat baik dan mulia jika memang kita memiliki tujuan yang tulus, dan kondisi fisik yang prima, dan keluwangan waktu, dan dana yang kita punya.
Hanya saja dalam Islam, kita di ingatkan oleh Nabi, sebagai pembawa risalah kebaikan itu sendiri, beliau wanti-wanti, agar kita tidak terlalu berlebihan, tidak terlalu memaksakan diri, dan memforsir fisik diluar kemampuannya.
Hal tersebut yang nabi takutkan ! Hal berlebihan itu yang Nabi kita khawatirkan.
Atau kita memang merasa paling hebat. Merasa paling kuat, dalam melakukan ritual-ritual tersebut. Sampai kadang kita lupa diri, dan sangat berlebihan untuk hal itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!