REFLEKSI | Islam Membentuk Budi Pekerti
Lantas bagaimana dengan kita umatnya ?
Kita selalu dalam awal pembukaan pembicaraan ketika berkhutbah, memuji dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam setiap perilakunya, yang menjadi contoh, panutan buat kita.
Mereka yang berbicara seperti itu di depan khalayak, adalah orang yang ilmunya lebih dari orang kebanyakan yang ada di tempat tersebut. Dengan demikian, konsekuensinya dari mereka yang sudah berbicara seperti itu, apalagi di depan para jamaahnya, ia adalah seseorang yang pasti meniru Ahlaqnya Nabi, perilakunya Nabi, dan perbuat-perbuatannya Nabi.
Sehingga dengan demikian, orang-orang yang selalu mengingat Nabi, menyebut nama nabi, otomatis tahu apa yang ia ucapkan. Faham untuk apa ia menyebutkan itu !
Dan dengan sendirinya, ia pun merupakan prototype, atau model langsung, yang meniru Ahlaqnya Nabi. Sangat besar tanggung jawab dari pendakwah itu, dengan ucapan, yang membawa nama Nabi dalam sebuah forum, atau kajian, saat ia berdakwah, karena disebutkannya nama Nabi, itu bukan sekedar pemanis dalam suatu pembukaan acara, dimana ia akan berbicara lebih lanjut.
Kita umat tentunya akan sangat kritis... akan sangat kontras nanti terlihat, beda apa yang ia puji, ketika di awal ia menyebut nama Nabi sebagai contoh teladan ahlaqul karimah, dan saat sampai pada isi pesan dalam dakwahnya.
Adakah kita melihat contoh yang relevan dalam runutan isi dakwahnya itu ? Yang memperlihatkan mimik, gesture, intonasi suara, dan kesantunannya dalam membawakan ceramahnya ?
Para pendakwah adalah contoh bagi jamaahnya. Perilakunya akan menjadi panutan untuk ditiru. Pesan dakwahnya, merupakan doktrinasi yang tertanam kuat bagi umat dalam membangun Budi Pekertinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!