REFLEKSI | Islam Membentuk Budi Pekerti
Oleh Bambang Melga suprayogi M.Sn.
ISLAM membentuk budi pekerti, dan Nabi SAW adalah manusia yang sebaik-baiknya dalam berahlaqul karimah, atau berbudi pekerti tersebut. Beliau (Nabi) langsung menjadi model dan contoh Allah, akan kehalusan budi pekerti luhur atau al-akhlaq al-karimah itu sendiri.
Budi pekerti dalam perspektif Islam, merupakan salah satu misi pokok, hal utama yang di ajarkan, dan di contohkan Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah ditugaskan Allah memperbaiki atau menyempurnakan akhlak mulia atau budi pekerti luhur bagi umatnya, yang telah mengikatkan diri berikrar bersyahadat, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan nabi adalah utusan Allah, sebagai pembawa "Risalah," juga sebagai contoh bagi kita umat nya.
Al-Qur’an menggambarkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang sangat agung, dan mulia. Bahkan dapat dikatakan bahwa pertimbangan (konsideran) dari pengangkatan beliau sebagai nabi adalah karena keluhuran budi pekertinya.
Hal ini dipahami dari wahyu ketiga yang antara lain menyatakan bahwa: "Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung." (QS Al-Qalam : 4).
Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.
Mengenai akhlak Nabi SAW, Siti Aisyah radhiallahu anha mengatakan ; " Akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Yakni sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran. "
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!