REFLEKSI | "Elon Musk Lebih 'Ihsan' Daripada Kita? (Menampar Mentalitas Asal-asalan)"
Oleh Didi Subandi
Cimenyan, Jawa Barat.Jumat, 26 Desember 2025.
Pagi hari yang basah. Suasana: Langit sisa hujan semalam. Udara dingin, tapi bersih. 5 hari lagi kalender di dinding akan diganti. Di depan saya, kopi hitam panas mengepul. Asapnya tegak lurus ke atas, seolah ingin melapor ke langit tentang keluh kesah penduduk bumi. Pagi ini, mari kita jujur pada diri sendiri. Sepanjang 2025, berapa banyak pekerjaan yang kita selesaikan dengan mental "Yang Penting Kelar"?
Berapa banyak ibadah yang kita lakukan dengan mental "Yang Penting Gugur Kewajiban"? Kita sering merasa diri kita religius. Tapi anehnya, kita kalah telak dalam urusan "Kualitas" dan "Manfaat" dibandingkan seorang Elon Musk.
Dalam sebuah video, Elon pernah berkata tegas: "Make more than you take." Berikanlah nilai lebih dari apa yang kamu ambil dari dunia.
Dia terobsesi pada kualitas, karena dia ingin menjadi net contributor (penyumbang manfaat bersih) bagi masyarakat. Sementara kita? Kita sering berlindung di balik kalimat: "Ah, yang penting halal. Ah, biar berantakan yang penting hati bersih."
Itu bukan kesederhanaan. Itu kemalasan. Mari kita bedah "Penyakit Asal-asalan" ini dengan 3 Lapis Kebenaran.
LAPIS 1: STORY (Cermin Retak Peradaban Kita) Coba lihat sekeliling kita pagi ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!