REFLEKSI | "Elon Musk Lebih 'Ihsan' Daripada Kita? (Menampar Mentalitas Asal-asalan)"
LAPIS 3: QUR'AN (Tuhan Tidak Bikin Produk Gagal) Puncaknya, mari kita lihat Surah Al-Mulk ayat 3. Dalil pamungkas melawan mentalitas asal-asalan.
"Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (QS. Al-Mulk: 3)
Tuhan menantang kita: "Cek lagi! Ada yang cacat gak ciptaan Saya?"
Langit, orbit planet, urat daun, sampai sel darah di tubuh kita, semuanya Presisi. Semuanya Indah. Semuanya Seimbang. Tuhan kita adalah Maha Perfeksionis.
Lantas, kita ini siapa? Kita adalah Khalifah (Wakil Tuhan) di bumi. Kalau "Bos Besar" (Tuhan) kita kerjanya Rapi, Indah, dan Sempurna... kok "Wakil"-nya (Kita) kerjanya acak-acakan, kotor, dan jelek?
Elon Musk benar: output kita harus lebih besar nilainya dari input.
Tuhan memberi kita input "Bahan Baku" bumi yang sempurna. Kalau kita mengolahnya menjadi "Sampah", berarti kita adalah Khalifah yang gagal.
RENUNGAN PENUTUP: 5 HARI TERAKHIR Saya mengangkat cangkir kopi ini pelan-pelan. Uap panasnya menyentuh wajah, menyadarkan saya bahwa waktu terus berjalan, tak peduli kita siap atau tidak. Tinggal 5 hari lagi menuju 2026. Jangan cuma sibuk bikin resolusi "Pengen Kaya". Itu terlalu dangkal. Elon Musk bilang jangan kejar uangnya, tapi kejar manfaat produknya. Mari buat Resolusi Ihsan untuk 5 hari ke depan dan seterusnya: Stop Mental "Asal-asalan": Mulai hari ini, rapikan sandalmu, bersihkan mejamu, sempurnakan pekerjaanmu sekecil apapun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!