REFLEKSI | "Elon Musk Lebih 'Ihsan' Daripada Kita? (Menampar Mentalitas Asal-asalan)"
Lihatlah tumpukan sandal di depan masjid yang semrawut. Lihatlah toilet umum yang bau pesing. Lihatlah cara kita membungkus paket dagangan yang asal lakban. Lihatlah laporan pekerjaan kita yang typo dan berantakan.
Kita menjadi umat yang "Maha Asal-asalan". Kita mengambil banyak dari bumi (oksigen, air, tempat), tapi kita mengembalikannya dalam bentuk kekumuhan dan ketidakteraturan. Ini bertentangan dengan prinsip Elon tentang "Value Creator". Kita bukan Creator, kita Polluter.
Padahal, ingatlah sejarah. Dulu, umat Islam membangun Alhambra di Spanyol dan Taj Mahal di India dengan detail yang bikin merinding. Arsitekturnya presisi, tamannya simetris, sistem airnya jernih. Mereka tidak membangun peradaban "Asal Jadi". Bagi mereka, Kualitas adalah Harga Diri. Mereka malu mempersembahkan karya "cacat" di bumi Tuhan.
Lantas, kenapa di 2025 ini kita jadi umat bermental "Kantong Kresek"? (Kumal, lecek, dan murahan). Elon Musk saja malu kalau roketnya jelek. Masa kita nggak malu hidup kita berantakan?
LAPIS 2: HADIST (SOP Estetika Rasulullah) Masuk ke lapis kedua. Jangan kira Islam cuma urusan sholat. Rasulullah SAW mengajarkan konsep IHSAN (Excellence/Berbuat Terbaik). Ada satu hadist yang logikanya sangat menampar:
"Sesungguhnya Allah mewajibkan Ihsan (berbuat baik/sempurna) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dalam perang/hukum), bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Tajamkanlah pisaunya dan senangkanlah hewan sembelihannya." (HR. Muslim No. 1955)
Renungkan baik-baik. Urusan Mencabut Nyawa (menyembelih) saja, Nabi mewajibkan estetikanya: Pisau harus tajam, hewan harus tenang. Tidak boleh asal gorok, tidak boleh kasar. Logikanya: Kalau urusan mematikan saja harus Rapi, Indah, dan Profesional... Apalagi urusan Menghidupkan? Masa urusan melayani pelanggan, urusan mendidik anak, urusan menata rumah, kita kerjakan dengan "Pisau Tumpul" (ilmu pas-pasan) dan "Kasar"? Elon Musk bilang: "If you want to create something valuable... grind super hard." (Kalau mau bikin sesuatu bernilai, kerja super keras). Itu adalah terjemahan modern dari semangat Ihsan. Totalitas. Bukan mental "asal gugur kewajiban".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!