REFLEKSI | Dakwahmu Harus Indah dan Melampaui Zaman
Terakhir.... Nabi SAW menyampaikan dakwahnya secara visioner, dakwah lintas zaman, pesan-pesan dakwahnya yang selalu jauh melihat ke depan, melampui batas zaman, melampui peradaban-peradaban, untuk bisa kita tangkap dakwah, dan pesannya sampai di masa kini, untuk kita, umatnya yang di zaman sekarang.
Seperti contoh yang spektakuler Nabi SAW buat dalam piagam Madinah, piagam yang diakui sebagai cikal bakal pilar dasar kerukunan umat beragama, dan resolusi menghindari konflik, yang isinya...
Menetapkan adanya kebebasan beragama, kebebasan menyatakan pendapat; tentang keselamatan harta-benda dan larangan orang melakukan kejahatan.
Ikuti cara dakwah Nabi SAW. Ikuti perilakunya. Ikuti kesederhanaannya. Ikuti cara meraih umatnya. Ikuti cara visionernya.
Dakwah bukan berapi api. Dakwah bukan untuk menyakiti. Dakwah bukan menyebarkan kebencian dan provokasi.
Jika ada dakwah yang salah, berarti, ulamanya tak memahami Nabi, ulamanya tak mau meniru Nabi ! Dan andai ulama dalam dakwahnya, jauh dari nilai hikmah, dan mengedepankan ego sendiri ! Maka masih nol ia memahami cara dalam meraih umat, seperti yang Nabi lakukan dalam dakwahnya, untuk membentuk umat menjadi umat yang mulia, dan terhormat.
Nabi menyesuaikan bahasa dakwahnya, sesuai bahasa kaumnya ! Bahasa yang bisa fleksibel, sesuai kebutuhannya.
Jika dakwah tak kena dihati. Dan hanya selintasan cuma lewat, maka dakwahnya tak menempel di qolbu umat. Itu tandanya, ada hal yang perlu di kaji, perlu di introspeksi, apa yang perlu dikuatkan....!!
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!