REFLEKSI | Dakwahmu Harus Bijak

ED
Kamis, 12 Mei 2022 | 07:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Dakwahmu Harus Bijak

Dakwah yang berisi penguatan nilai-nilai keluhuran Islam itu sendiri, dimana Islam merupakan agama solusi, agama fleksibel, agama yang paling sederhana untuk difahami, bukan agama yang mengekang dan serba melarang.

Salah kaprah dari sosok ustad yang kini sering kita lihat, adalah keluasan ilmunya, malah menutup pintu kebijaksanaannya, sehingga terkesan dangkal pemahaman ilmu sosialnya, dan pendekatan secara psikologis ilmu kejiwaannya. Dan yang dimunculkan dalam dakwahnya, terkesan mencari popularitas, haus akan konfrontasi sosial, sehingga dakwahnya selalu mencari cara berbenturan dengan apa yang umumnya masyarakat telah lakukan.

Semisal melarang sungkem pada orang tua, karena tak diajarkan Nabi SAW katanya, padahal kepada mertuanya, Abu Bakar Ash Shiddiq, sekaligus sahabatnya, Nabi sangat menghormati beliaunya, bahkan solusi-solusi dari Abu Bakar sangat Nabi dengarkan.

Kita lihat bagaimana hubungan Nabi SAW dengan mertuanya ini, lebih dari pada sungkem itu sendiri, menemani dalam gua saat pengejaran kaum Quraisy yang ingin membunuh Nabi, bahkan sebagai mertua, penganti ayah ibunya yang telah tiada, ia Abu Bakar Ash Shiddiq, mempercayai semua hal yang Nabi SAW katakan. Nah, sungkem pun seharusnya di artikan dalam pengertian yang luas, tak hanya sekedar datang, dan berlutut menghormati orang tua saja.

Tapi lebih dari itu, membangun hubungan baik, hubungan harmonis, dan mau menimba pengalamannya.

Dakwah itu harus bijak. Dakwah itu harus solutif. Nilai dakwah sesungguhnya ada pada para sosok dai, ulama, yang membawakan dakwahnya. Jika dakwahnya mengena, dan meresap di hati, maka Allah memberi muatan hidayah dalam apa yang ia sampaikan.

Jika dakwahnya malah mengeraskan hati, menimbulkan kebencian, dan malah mengobarkan bara, maka muatan dakwahnya telah disusupi keangkaramurkaan dan pengaruhnya Iblis. Dan andai dakwahnya telah jadi kendaraan Iblis, maka otomatis, sudah tak ada lagi sisi hikmah dan kosong dakwahnya dari nilai datangnya hidayah Allah yang menyertainya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.