REFLEKSI | Allah Tak Bisa Ditipu
Akibat dari masifnya orang-orang munafik berani memunculkan dirinya di media massa, baik di Facebook, Instagram, Twitter, dan flatform media sosial lainnya, kini ...
Kita akan sangat mengenali sesungguhnya peran kemunafikan itu di peragakan oleh mereka kaum munafikun tersebut ! Dan saat ini, kondisi kita di teror kaum munafik, dan telah sangat nyata dan jelas sekali didepan mata kita, bahkan Allah perlihatkan semua penampakan mereka !
Umat harus belajar dari sejarah kelam pergolakan Islam, di masa Khulafaur Rosyidin itu, dimana para sahabat, sangat memerangi orang orang yang berkedok tersebut.
Zaman Sayidina Ali, sahabat Ali memerangi suatu kaum yg bernama kaum khawarij, mereka sama beriman pada Allah, menjadi penghafal Al-Qur'an, namun pikiran mereka dan tindak tanduk mereka merusak reputasi Islam saat itu, mereka merindukan kehidupan akhirat, tapi dengan jalan salah.
Nah pertanyaannya, adakah kita melihat gelagat kaum perusak itu di masa kini? Yang membuat banyak kedzoliman tapi mereka tidak menyadarinya !
Coba hitung satu satu fenomena sosial keberagamaan kita saat ini! Di mulai dari ulama penghasut dan pengadu domba. Berkedok ulama namun tak faham ilmu agama secara mendalam. Mengaku ulama tapi merusak kehormatan santrinya hingga menjadi peristiwa besar aib yang memalukan. Ulama yang membingungkan umat dengan statement nya. Ulama yang menista istri yang telah melahirkan anak anak bagi dirinya. Yang terakhir, ulama yang menyalahgunakan zakat, infak, dan shodaqoh dengan berani mengaransi, sehingga umat terbujuk rayu, sampai akhirnya mereka jatuh sengsara karena berhasil diperdaya.
Itulah tugas berat kita umat Islam saat ini, yang kesulitan dalam mencari ulama yang amanah, lurus serta Hanif. Mencari mereka bagai mencari jarum di tumpukan jerami. Bahkan ketika sudah nampak pun, perdebatan bathin untuk sampai meng'ia kannya, sungguh bagai perang badar, karena saking kuatnya prasangka buruk yang menempel, karena melihat ia, ulama tersebut ada dalam barisan ormas Islam tertentu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!