Rawan Begal Saat Pulang Malam? Ini Cara Minta Pengawalan Polisi
Ilustrasi./visi.news/journalarta.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli, penempatan personel di kawasan rawan, serta tindak lanjut terhadap laporan masyarakat.
Layanan pengawalan itu telah dimanfaatkan oleh seorang warga bernama Adinda Religia (25). Ia menghubungi layanan 110 saat hendak pulang dari tempat kerjanya di kawasan Rajawali, Kota Bandung, menuju rumahnya di kawasan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Senin (20/7/2026).
Adinda mengaku memutuskan meminta pengawalan setelah mengetahui adanya informasi mengenai kawasan rawan begal di Jalan Soekarno-Hatta dan Flyover Kopo.
"Ya kejadiannya Senin (20/7/2026) saat mau pulang dari arah Rajawali ke Kopo di daerah Sayati. Awalnya tahu informasi ada zona merah di daerah Soekarno Hatta dan Flyover Kopo. Karena takut, akhirnya menghubungi polisi lewat 110 untuk meminta pengawalan," ujarnya.
Saat itu, Adinda bersama dua rekannya yang menggunakan tiga sepeda motor mendapat pengawalan dari sebuah mobil patroli polisi hingga memasuki kawasan Kopo.
"Kami jalan di depan dan dikawal mobil polisi yang ikut di belakang. Saya kerjanya shift, dan seminggu ini dapat shift malam, dan pulang bareng dengan teman-teman," katanya.
Adinda mengapresiasi respons cepat kepolisian dan berharap patroli malam terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang rawan kejahatan. Ia juga meminta pemerintah meningkatkan penerangan jalan umum di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta untuk mendukung keamanan pengguna jalan.
Kapolda Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila merasa terancam saat bepergian pada malam hari. Warga diminta menyampaikan lokasi, tujuan perjalanan, dan kondisi yang dihadapi agar petugas dapat memberikan respons secara cepat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!