AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Rawan Begal Saat Pulang Malam? Ini Cara Minta Pengawalan Polisi

Desi Rossilawati
Jumat, 24 Juli 2026 | 16:12 WIB
Bagikan
Rawan Begal Saat Pulang Malam? Ini Cara Minta Pengawalan Polisi

Ilustrasi./visi.news/journalarta.

VISI.NEWS - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membuka layanan pengawalan bagi masyarakat yang merasa khawatir menjadi korban kejahatan saat pulang larut malam. Layanan tersebut disediakan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi begal dan kejahatan jalanan, khususnya di kawasan yang dinilai rawan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pipit Rismanto, mengatakan masyarakat yang membutuhkan pengawalan dapat menghubungi kepolisian apabila harus pulang pada malam hari dan merasa tidak aman.

"Boleh, boleh, boleh. Jadi, apabila ada ketakutan, ini imbauan kepada seluruh warga, memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolong informasikan dan laporkan kepada kepolisian," kata Pipit dalam keterangannya dikutip, Jumat (24/7/2026).

Menurut Pipit, permintaan pengawalan tidak harus dilakukan dengan mendatangi kantor polisi. Masyarakat juga dapat meminta bantuan kepada petugas yang sedang berjaga di lapangan atau menghubungi layanan darurat Polri melalui nomor 110.

Ia memastikan seluruh jajaran kepolisian akan merespons setiap permintaan bantuan dari masyarakat. Personel juga telah disiagakan di sejumlah titik yang dianggap rawan untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

"Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons ya, karena nanti ada di spot-spot tertentu sudah ada anggota yang siaga di sana," ujarnya.

Selain membuka layanan pengawalan, Polda Jawa Barat terus meningkatkan pengungkapan kasus kejahatan jalanan. Hingga akhir Juli 2026, kepolisian telah mengungkap sekitar 40 kasus pembegalan.

"Tapi sampai ke Juli ini datanya masih 40-an ya. Terpenting adalah pengungkapannya pada tahun lalu rata-rata di 65 persen. Kami akan tingkatkan menjadi 70 sampai 80 persen," kata Pipit.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli, penempatan personel di kawasan rawan, serta tindak lanjut terhadap laporan masyarakat.

Layanan pengawalan itu telah dimanfaatkan oleh seorang warga bernama Adinda Religia (25). Ia menghubungi layanan 110 saat hendak pulang dari tempat kerjanya di kawasan Rajawali, Kota Bandung, menuju rumahnya di kawasan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Senin (20/7/2026).

Adinda mengaku memutuskan meminta pengawalan setelah mengetahui adanya informasi mengenai kawasan rawan begal di Jalan Soekarno-Hatta dan Flyover Kopo.

"Ya kejadiannya Senin (20/7/2026) saat mau pulang dari arah Rajawali ke Kopo di daerah Sayati. Awalnya tahu informasi ada zona merah di daerah Soekarno Hatta dan Flyover Kopo. Karena takut, akhirnya menghubungi polisi lewat 110 untuk meminta pengawalan," ujarnya.

Saat itu, Adinda bersama dua rekannya yang menggunakan tiga sepeda motor mendapat pengawalan dari sebuah mobil patroli polisi hingga memasuki kawasan Kopo.

"Kami jalan di depan dan dikawal mobil polisi yang ikut di belakang. Saya kerjanya shift, dan seminggu ini dapat shift malam, dan pulang bareng dengan teman-teman," katanya.

Adinda mengapresiasi respons cepat kepolisian dan berharap patroli malam terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang rawan kejahatan. Ia juga meminta pemerintah meningkatkan penerangan jalan umum di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta untuk mendukung keamanan pengguna jalan.

Kapolda Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila merasa terancam saat bepergian pada malam hari. Warga diminta menyampaikan lokasi, tujuan perjalanan, dan kondisi yang dihadapi agar petugas dapat memberikan respons secara cepat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.