Ratna Juwita Sari: Pembentukan BUK Migas Masih Dibahas DPR dan Pemerintah
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari./ist.
Menurut dia, Indonesia membutuhkan langkah cepat untuk meningkatkan investasi di sektor minyak dan gas bumi sekaligus mendorong peningkatan lifting migas.
“Kalau melihat urgensi dari kebutuhan investasi minyak dan gas bumi hari ini, dan tuntutan lifting migas kita hari ini, memang harus secepatnya,” katanya.
Meski demikian, Ratna menegaskan belum ada keputusan final mengenai badan usaha yang nantinya akan ditetapkan sebagai BUK Migas, termasuk kemungkinan Pertamina menjalankan fungsi tersebut.
“Belum, tentu belum. Itu masih kita diskusi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ratna mengisyaratkan bahwa BUK Migas nantinya dapat diarahkan menjadi badan yang lebih gesit dalam menjalankan fungsi pengelolaan dan investasi sektor migas.
Ia berharap kelembagaan tersebut dapat bekerja secara lebih komprehensif, baik dalam aspek investasi maupun operasional sektor hulu dan hilir minyak dan gas bumi.
“Sepertinya begitu. Kalau misalnya kita berharap ini akan menjadi sebuah badan yang lebih gesit, supaya dia juga bisa lebih komprehensif dalam melaksanakan investasi untuk operasional di pelaksanaan hulu dan hilir migas,” jelas Ratna.
Namun, Ratna mengakui pembahasan mengenai BUK Migas di DPR masih berlangsung dan belum sepenuhnya menemukan titik temu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!