Ranny Dorong Sosialisasi SMK Go Global hingga Luar Jawa
PN
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar Ranny Fahd./visi news/ist.
VISI.NEWS - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd, menyampaikan apresiasi terhadap Program SMK Go Global yang dipaparkan oleh Menteri BP2MI Mukhtarudin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI.
Menurut Ranny, program tersebut merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
"Saya pribadi mengapresiasi pemaparan Program SMK Go Global ini sebagai salah satu program strategis yang sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global," ujar Ranny dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Selasa (30/6/2026).
Ia menilai Program SMK Go Global tidak hanya membuka akses bagi calon pekerja migran Indonesia, tetapi juga berorientasi pada pembangunan kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran secara menyeluruh.
"Program ini memiliki visi yang sangat baik karena tidak hanya membuka akses, tetapi juga membangun kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran secara menyeluruh," katanya.
Meski memberikan apresiasi, Ranny juga menyampaikan sejumlah masukan agar implementasi program semakin berdampak luas.
Ia berharap pemerintah memperkuat sosialisasi Program SMK Go Global, khususnya kepada sekolah-sekolah di luar Pulau Jawa agar kesempatan mengikuti program tersebut dapat dirasakan secara lebih merata.
"Saya berharap sosialisasi dapat diperkuat, terutama bagi SMK di luar Pulau Jawa, sehingga kesempatan mengikuti Program SMK Go Global benar-benar dirasakan secara merata," ujarnya.
Ranny juga mendorong keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah dalam implementasi program agar kurikulum pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Menurutnya, sinergi lintas sektor akan meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperbesar tingkat penyerapan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
"Saya juga mendorong agar dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah semakin dilibatkan sehingga kurikulum pelatihan benar-benar mengikuti kebutuhan pasar kerja global dan tingkat penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat," katanya.
Selain itu, Ranny meminta kementerian melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan program.
Ia menilai keberhasilan Program SMK Go Global tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah penempatan pekerja migran Indonesia, tetapi juga kualitas pekerjaan yang diperoleh, tingkat kesejahteraan pekerja, serta keberhasilan mereka setelah kembali ke Indonesia.
"Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penempatan, tetapi juga kualitas pekerjaan, tingkat kesejahteraan pekerja, serta keberhasilan setelah kembali ke Indonesia," ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Ranny menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintah, khususnya Program SMK Go Global sebagai upaya memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha akan melahirkan SDM Indonesia yang unggul, terlindungi, dan memiliki daya saing di tingkat global.
"Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha, saya optimistis program ini akan menjadi salah satu legasi penting dalam mencetak SDM Indonesia yang unggul, terlindungi, dan berdaya saing global," tutupnya.
Menurut Ranny, program tersebut merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
"Saya pribadi mengapresiasi pemaparan Program SMK Go Global ini sebagai salah satu program strategis yang sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global," ujar Ranny dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Selasa (30/6/2026).
Ia menilai Program SMK Go Global tidak hanya membuka akses bagi calon pekerja migran Indonesia, tetapi juga berorientasi pada pembangunan kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran secara menyeluruh.
"Program ini memiliki visi yang sangat baik karena tidak hanya membuka akses, tetapi juga membangun kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran secara menyeluruh," katanya.
Meski memberikan apresiasi, Ranny juga menyampaikan sejumlah masukan agar implementasi program semakin berdampak luas.
Ia berharap pemerintah memperkuat sosialisasi Program SMK Go Global, khususnya kepada sekolah-sekolah di luar Pulau Jawa agar kesempatan mengikuti program tersebut dapat dirasakan secara lebih merata.
"Saya berharap sosialisasi dapat diperkuat, terutama bagi SMK di luar Pulau Jawa, sehingga kesempatan mengikuti Program SMK Go Global benar-benar dirasakan secara merata," ujarnya.
Ranny juga mendorong keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah dalam implementasi program agar kurikulum pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Menurutnya, sinergi lintas sektor akan meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperbesar tingkat penyerapan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
"Saya juga mendorong agar dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah semakin dilibatkan sehingga kurikulum pelatihan benar-benar mengikuti kebutuhan pasar kerja global dan tingkat penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat," katanya.
Selain itu, Ranny meminta kementerian melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan program.
Ia menilai keberhasilan Program SMK Go Global tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah penempatan pekerja migran Indonesia, tetapi juga kualitas pekerjaan yang diperoleh, tingkat kesejahteraan pekerja, serta keberhasilan mereka setelah kembali ke Indonesia.
"Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penempatan, tetapi juga kualitas pekerjaan, tingkat kesejahteraan pekerja, serta keberhasilan setelah kembali ke Indonesia," ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Ranny menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintah, khususnya Program SMK Go Global sebagai upaya memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha akan melahirkan SDM Indonesia yang unggul, terlindungi, dan memiliki daya saing di tingkat global.
"Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha, saya optimistis program ini akan menjadi salah satu legasi penting dalam mencetak SDM Indonesia yang unggul, terlindungi, dan berdaya saing global," tutupnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!