RAMADANAN | Puasa Hanya Milik Allah, Ini 10 Makna Pahala Puasa
VISI.NEWS | BANDUNG - Puasa berbeda dengan ibadah selainnya. Pahalanya hanya Allah yang tahu, atau sering diungkapkan, balasan pahalanya hanya milik Allah. Dalam hal ini Ibnu Hajar Al-Haitami menyingkap 10 makna pahala puasa hanya milik Allah.
Ramadan datang dengan membawa banyak keberkahan di dalamnya. Hanya di bulan ini umat Islam seluruh dunia serentak melaksanakan ibadah puasa yang memiliki banyak keutamaan. Puasa secara fikih memiliki makna menahan diri dari makan, minum atau perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa.
Meski terlihat ibadah yang sederhana, pada hakikatnya puasa merupakan ibadah yang istimewa dibanding ibadah lainnya. Ia menjadi satu-satunya ibadah yang dalam hadits qudsi disebutkan oleh Allah “Milik-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” Imam Al-Ghazali dalam kitabnya menyebutkan betapa istimewanya ibadah puasa:
هو متميز بخاصية النسبة إلى الله تعالى من بين سائر الأركان, إذ قال الله تعالى فيما حكاه عنه نبيه صم: (كل حسنة بعشر أمثالها إلى سبع مئة ضعف إلا الصيام, فإنه لي وأنا أجزي به
Artinya: “Puasa merupakan ibadah istimewa sebab dinisbatkan kepada Allah dari rukun Islam lainnya. Allah berfirman dalam hadits yang diriwayatkan Nabi-Nya saw: “Setiap kebaikan dibalas 10 kali lipat sampai 700 kali lipat kecuali puasa, ia milik-Ku dan Aku akan membalasnya.” (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, , juz II, halaman 98).
Dalam segi pahalanya yang berlipatganda, hanya puasa yang tidak memiliki batasan. Selain itu, hanya puasa pula yang memiliki keistimewaan dengan dinisbatkan pada Dzat-Nya. Hal inilah yang membedakan puasa dibanding ibadah lainnya. Puasa memiliki banyak keunggulan.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan 10 kemungkinan makna penisbatan pahala puasa hanya milik Allah: Puasa satu-satunya ibadah yang tidak memiliki kemungkinan untuk disisipi sifat riya. Puasa tidak dapat dilihat dari perbuatan dan hanya didapati dalam hati dan menjadi rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Karenanya, Allah menisbatkan pahala puasa kepada Dzat-Nya yang mulia. Kadar pahala dan lipatan balasan puasa hanya Allah yang mengetahui. Berbeda halnya dengan ibadah lain yang telah dijanjikan oleh Allah memiliki kadar ukuran yang telah dijanjikan berlipat 10 hingga 700 kali.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!