Putra Khalifah Harun Ar-Rasyid Enggan Nikmati Fasilitas Negara
"Nanti malam tolong antarkan saya ke makamnya untuk berziarah," pinta Harun Ar-Rasyid kepada Abdullah Al-Faraj. Saat malam tiba, Harun Ar-Rasyid kemudian berangkat ke makam anaknya dengan Abdullah Al-Faraj tanpa ditemani pengawal. Di makam, Abdullah melihat Harun Ar-Rasyid menangis.
Dari kisah ini dapat diambil beberapa hikmah, di antaranya adalah mengajarkan kepada seorang anak, terlebih lagi anak seorang tokoh atau pejabat untuk hidup mandiri tanpa dibayangi oleh kekuatan seorang ayah. Hal ini sebagaimana dawuh Sayyidina Ali: “Pemuda itu ialah yang berani berkata inilah aku, dan bukanlah pemuda itu yang berkata inilah ayahku”.
Kisah ini juga mengajarkan kepada seorang ayah untuk tidak memanjakan anak. Selain itu, pemuda ini juga mengajarkan tentang pentingnya bekerja secara profesional dan menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan dari klien atau atasan. @mpa/nu/ustadz muhammad aiz luthfi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!