Putra Khalifah Harun Ar-Rasyid Enggan Nikmati Fasilitas Negara
Hari Sabtu pun tiba, Al-Faraj berangkat lagi ke pasar untuk mencari pemuda yang beberapa hari lalu bekerja di rumahnya.
Benar saja, ternyata pemuda itu sudah ada di tempat biasanya, di pojokan. "Apakah kamu mau bekerja lagi di tempatku?" tanya Abdullah. "Ya. Engkau sudah tahu nominal upahku dan syarat dariku," jawab pemuda itu.
Abdullah pun sepakat dengan nominal upah dan syarat yang sama seperti sebelumnya. Ketika sudah sampai di rumah Abdullah, pemuda itu kembali bekerja dengan baik dan profesional. Saat terdengar kumandang azan Dzuhur dan Ashar, seperti biasa pemuda itu memohon izin pergi ke masjid.
Singkat cerita, pekerjaan pemuda itu beres, transaksi pun siap dilakukan. Merasa puas dengan kinerja pemuda itu, Abdullah memberikan upah lebih, hitung-hitung jadi uang tip sebagai tanda terima kasih. Mengetahui jumlah upahnya lebih, pemuda itu pun menolaknya. Dia hanya mau menerima upah sesuai dengan nilai yang sudah dibicarakan sebelumnya. Namun Abdullah tetap memaksa agar diterima saja. Keduanya tetap pada pendirian masing-masing, hingga akhirnya pemuda itu merasa risih dan berlalu begitu saja.
Merasa tak enak hati, Abdullah kemudian mengejar pemuda itu. Pada akhirnya dia mau menerima upahnya saja dan tetap menolak pemberian uang tip. Terbaring Sakit Abdullah Al-Faraj kembali membutuhkan tukang. Ia pun berangkat ke pasar pada hari Sabtu, berharap bisa bertemu dengan pemuda sebelumnya.
Saat sampai pasar, pemuda itu ternyata tidak ada di tempat, padahal hari Sabtu biasanya dia mangkal di sana. Merasa penasaran, Abdullah bertanya pada salah seorang pekerja. "Kabarnya dia sedang sakit keras," jawab pekerja yang ada di pasar sambil menjelaskan bahwa pemuda itu tinggal bersama seorang nenek renta.
Setelah mengetahui alamatnya, Abdullah langsung berangkat untuk menjenguk pemuda itu. Ketika sudah sampai, Abdullah bertemu dengan nenek tua dan menjelaskan bahwa pemuda itu sudah sakit sejak beberapa hari lalu. Abdullah pun masuk kamarnya. Benar saja, pemuda itu sedang terbaring sakit, di bawah kepalanya ada sebuah batu yang dijadikan sebagai bantal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!