BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Purbaya Jelaskan Ucapan Prabowo Soal Dolar

Desi Rossilawati
Senin, 18 Mei 2026 | 16:35 WIB
Bagikan
Purbaya Jelaskan Ucapan Prabowo Soal Dolar

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS tidak perlu dipahami secara harfiah. Menurutnya, ucapan tersebut disampaikan dalam konteks komunikasi sederhana untuk menghibur masyarakat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menyampaikan hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. Ia menilai Presiden memahami sepenuhnya kondisi ekonomi nasional saat rupiah sempat menembus level Rp17.600 per dolar AS. Karena itu, publik diminta tidak salah menafsirkan ucapan Presiden tersebut.

"Untuk menghibur rakyat aja waktu itu. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu," kata Purbaya dalam keterangannya dikutip, Senin (18/5/2026).

Menurut Purbaya, isu ekonomi makro seperti imported inflation atau dampak kenaikan harga barang impor memang tidak mudah dijelaskan kepada masyarakat awam, terutama di wilayah pedesaan. Karena itu, pendekatan komunikasi yang ringan dianggap lebih mudah diterima publik dibanding penjelasan teknis ekonomi.

Meski rupiah sempat mengalami tekanan, Purbaya memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih dalam keadaan baik. Ia juga membantah anggapan bahwa kondisi APBN berada dalam tekanan serius seperti yang disebut sebagian media ekonomi internasional.

"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali," ujarnya.

Purbaya menjelaskan strategi pemerintah saat ini tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga mendorong pergerakan sektor swasta dan konsumsi masyarakat. Menurutnya, kombinasi tersebut berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.

Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada triwulan I 2026. Kontribusi terbesar berasal dari belanja masyarakat sebesar 2,9 persen, disusul investasi 1,7 persen dan belanja pemerintah sebesar 1,3 persen.

"Jadi yang men drive dan memberi kontribusi penyumbang terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat, daya belinya masih cukup bagus," kata Menkeu.

Purbaya menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global sebagai pencapaian penting yang menunjukkan daya tahan ekonomi nasional masih kuat. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.