Puluhan Siswa Sukabumi Diduga Keracunan, Susu MBG Kedaluwarsa
Ilustrasi./visi.news/pinterest.
"Seperti gejala-gejala pada umumnya keracunan makanan, ada diare, ada pusing, kemudian lemas, muntah, mual," jelasnya.
Dari puluhan siswa tersebut, satu anak sempat dirujuk ke RSUD Sekarwangi karena mengalami demam. Namun, kondisi siswa tersebut kini telah membaik dan diperbolehkan pulang. "Ada satu orang, satu orang anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi. Pas pertama diterima oleh IGD itu informasinya febris atau panas," ujarnya.
Terkait penyebab kejadian, Masykur menegaskan pihaknya belum dapat memastikan sumber keracunan. Meski demikian, hasil penyelidikan epidemiologi menemukan satu produk susu yang telah melewati masa keduluwarsa.
Ia menjelaskan, pada kemasan susu tersebut tercantum masa kadaluarsa Juni 2026, sehingga saat disajikan kepada siswa masa berlakunya telah lewat sekitar satu bulan.
"Hasil dari penyelidikan epidemiologi, kami ke sana wawancara, observasi, ditemukan ada satu hal yang tidak boleh terjadi, yang secara nyata kita lihat ada satu produk kita katakan susu, itu expired date-nya sudah lewat. Expired date itu tertera bulan Juni, berarti sudah lewat 1 bulan dan itu masih diberikan," ujarnya.
Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan, Dinkes Kabupaten Sukabumi telah mengambil sampel makanan dan minuman yang disajikan pada hari kejadian untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
"Tetapi kata saya untuk pastinya, sudah kita periksa sampel baik itu makanan maupun minuman yang hari itu waktu itu diberikan," pungkasnya.
Sementara itu, awak media sudah berupaya mengkonfirmasi kepada SPPG selaku penyedia menu MBG. Namun pihak SPPG belum memberikan keterangan terkait dugaan keracunan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!