Bakom RI dan Polemik Kehadiran Homeless Media Digital
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mulai membuka ruang kolaborasi dengan pelaku media digital melalui Indonesia New Media Forum. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini semakin bergeser dari media konvensional menuju platform digital.
Dalam konferensi pers pada Rabu (6/5/2026), Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa pemerintah perlu menjangkau publik melalui kanal komunikasi yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan perilaku sosial masyarakat.
“Kehadiran teman teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui kanal kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita media atau realita komunikasi digital sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan,” kata Qodari dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Dalam penjelasannya, Bakom RI menyebut sejumlah homeless media atau media digital berbasis komunitas dan media sosial yang kini memiliki pengaruh besar di ruang publik digital. Beberapa nama yang disebut antara lain Narasi, Folkative, Indozone, USS Feeds, Kok Bisa, CXO Media, hingga Big Alpha.
Fenomena homeless media sendiri menunjukkan perubahan struktur industri media di Indonesia. Platform yang awalnya tumbuh tanpa bentuk kelembagaan formal kini berkembang menjadi entitas media baru dengan jaringan audiens besar, struktur redaksi, dan model bisnis digital yang kuat.
Qodari menyebut sebagian media digital tersebut memiliki pengikut hingga ratusan juta dengan total tayangan mencapai miliaran per bulan. Karena itu, pemerintah menilai keterlibatan media digital penting untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik.
Namun langkah tersebut memunculkan polemik setelah berkembang anggapan bahwa pemerintah telah merekrut atau menggandeng media media digital tertentu dalam agenda komunikasi politik negara.
Sejumlah media yang disebut langsung memberikan klarifikasi terbuka. Ngomongin Uang menegaskan tidak pernah menerima undangan maupun berkomunikasi dengan Bakom RI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!