Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026

Adde Rosi: Parlemen Sensitif Gender Harus Wujudkan Kesetaraan

Desi Rossilawati
PN
Senin, 8 Juni 2026 | 14:30 WIB
Bagikan
Adde Rosi: Parlemen Sensitif Gender Harus Wujudkan Kesetaraan

Anggota BKSAP DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota BKSAP DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan parlemen yang sensitif gender tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah anggota perempuan. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan akses yang setara terhadap kepemimpinan, pengaruh, dan kekuasaan dalam pengambilan keputusan.

Hal ini disampaikan Adde melalui intervensinya pada Sesi 5 IPU Global Conference of Women Parliamentarias, Rabu (3/6/2026) lalu. 
 
"Diskusi seputar keterwakilan perempuan tidak hanya sekedar keanggotaan, namun juga keterwakilan kepemimpinan dalam struktur parlemen," tegas Politisi Perempuan Partai Golkar ini melalui rilis di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
 
Ia mengungkapkan, membangun budaya parlementer yang berpihak pada gender sudah seharusnya diterapkan. Hambatan yang terjadi tidak selalu eksplisit, bahkan muncul melalui asumsi gender mengenai kepemimpinan, ekspektasi yang tidak setara mengenai tanggung jawab keluarga, atau jaringan politik informal yang kurang dapat diakses oleh perempuan.

"Inilah sebabnya mengapa kolaborasi lintas partai di antara anggota parlemen perempuan tetap penting, tidak hanya untuk advokasi, namun juga untuk pendampingan, dukungan kelembagaan, dan perluasan peluang bagi pemimpin perempuan lainnya," tutur Adde Rosi.

Ia berharap, parlemen perlu bekerja keras mewujudkan secara aktif terkait norma-norma sosial di lingkungannya sendiri. Melalui legislasi, penganggaran, dan pengawasan, parlemen mempengaruhi apakah stereotip tersebut diperkuat atau dihilangkan dalam kebijakan publik.

Pengalaman Indonesia di bidang-bidang seperti perlindungan terhadap kekerasan, dan pemberdayaan perempuan menunjukkan bahwa memajukan kesetaraan gender memerlukan pembuatan kebijakan lintas sektor, bukan inisiatif gender yang terisolasi. 
"Oleh karena itu, melindungi partisipasi perempuan dalam politik bukanlah isu sektoral. Masalahnya adalah kualitas demokrasi, legitimasi kelembagaan, dan tata kelola yang efektif," pungkasnya. 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.