Projo Jatim Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Selasa, 2 Juni 2026 | 16:11 WIB
Bagikan
Projo Jatim Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Ketua DPD Projo Jawa Timur, Muhamad Sholeh./visi.news/ist.

VISI.NEWS | KAB. JEMBER – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawa Timur terus menggalang dukungan terhadap penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Melalui berbagai forum diskusi dan sosialisasi yang melibatkan jajaran Projo di daerah, program ini dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Ketua DPD Projo Jawa Timur, Muhamad Sholeh, mengatakan bahwa koperasi desa harus menjadi wadah ekonomi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari akses permodalan, pemasaran hasil produksi, hingga penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, keberadaan Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat layanan ekonomi dan sosial yang terintegrasi. Melalui koperasi, masyarakat desa dapat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga sarana pendukung sektor pertanian dan perikanan.

“Keberadaan koperasi desa sangat strategis untuk memperkuat posisi petani dan nelayan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, koperasi dapat menjadi tempat penyimpanan hasil panen sehingga masyarakat tidak dirugikan saat harga komoditas turun akibat panen raya,” ujar Sholeh, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai, fasilitas seperti gudang penyimpanan, mesin pengering hasil panen, penggilingan padi, hingga cold storage untuk komoditas pertanian dan perikanan akan membantu meningkatkan nilai ekonomi produk masyarakat desa. Dengan demikian, petani dan nelayan memiliki keleluasaan dalam menentukan waktu penjualan hasil produksinya.

Sholeh menjelaskan bahwa selama ini petani kerap menghadapi persoalan anjloknya harga saat produksi melimpah. Kehadiran koperasi yang didukung fasilitas penyimpanan memungkinkan hasil panen disimpan sementara hingga kondisi pasar kembali membaik.

“Ketika harga turun, hasil panen bisa disimpan lebih dulu. Saat harga kembali stabil, produk tersebut dapat dipasarkan dengan nilai yang lebih menguntungkan. Manfaatnya tentu akan kembali kepada anggota koperasi,” jelasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.