Prabowo Beberkan Alasan Sediakan MBG dan Hilirisasi di Hadapan Putin

Desi Rossilawati
Kamis, 3 September 2026 | 15:25 WIB
Bagikan
Prabowo Beberkan Alasan Sediakan MBG dan Hilirisasi di Hadapan Putin

Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi Tamu Kehormatan Utama pada Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026)./visi.news/tangkap layar akun YouTube Sekretariat Presiden.

VISI.NEWS - Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi, serta mempercepat hilirisasi industri.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama pada Forum Ekonomi Timur ke-9 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) waktu setempat.

Forum yang turut dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut mengusung tema 'The Far East: Development for the Benefit of People'.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan tema yang diangkat dalam forum tersebut juga sejalan dengan mandat yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya.

"Saya harus menyampaikan kepada Anda bahwa ini bukan hanya tema bagi Timur Jauh Rusia, ini juga merupakan mandat yang diberikan kepada saya oleh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan filosofi ekonomi Indonesia yang pernah disampaikannya dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) tahun lalu. Menurutnya, filosofi tersebut mencakup realisme, pragmatisme, serta upaya mencapai kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang.

Ia mengatakan pemerintah tetap mempercayai dunia usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat yang lemah, mengelola sumber daya nasional, memberantas korupsi, serta melakukan investasi untuk kebutuhan jangka panjang.

"Namun, kami juga percaya bahwa pemerintah harus melindungi mereka yang lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, memberantas korupsi, serta berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa," kata Prabowo.

"Itulah arti pembangunan untuk kepentingan rakyat bagi Indonesia: kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang," lanjut ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya.

Menurut Prabowo, pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Dampak pembangunan, kata dia, harus dapat dilihat dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panennya dengan harga yang wajar, apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak?," kata Prabowo.

"Apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif, dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa," lanjut mantan menteri pertahanan tersebut.

Prabowo mengatakan sejumlah pertanyaan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menjalankan berbagai program. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan kepada seluruh anak dan ibu hamil.

Selain itu, pemerintah juga mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi serta mempercepat hilirisasi industri. Upaya hilirisasi tersebut diarahkan agar sumber daya alam Indonesia dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja di dalam negeri.

"Inilah alasan kami menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan hanya demi pertumbuhan itu sendiri, melainkan pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengaitkan tema Forum Ekonomi Timur dengan kebutuhan pembangunan di Indonesia. Menurutnya, forum tersebut pada dasarnya mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang dihadapi masyarakat Indonesia.

"Bagaimana kekayaan besar suatu wilayah dapat diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di sana," kata Prabowo.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.