AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Poskestren Assunniyah Al Jauhari Diresmikan, Santri Jadi Pelopor Kesehatan

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Kamis, 11 Juni 2026 | 17:17 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | JEMBER - Upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis pesantren terus dilakukan di Kecamatan Kencong. Salah satunya melalui peresmian Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Assunniyah Al Jauhari yang digelar di Pondok Pesantren Assunniyah Al Jauhari Kencong, Kamis (11/6/2026).

Peresmian Poskestren yang dirangkai dengan Musyawarah Masyarakat Pesantren tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian kesehatan di lingkungan pondok, sekaligus meningkatkan peran santri sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan sesama.

Kepala Puskesmas Kencong Untung Pujiyanto menegaskan, keberadaan Poskestren bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan pusat edukasi dan pemberdayaan santri untuk menciptakan budaya hidup sehat di lingkungan pesantren.

"Poskestren ini kami hidupkan kembali agar santri memiliki kemampuan dasar dalam menangani masalah kesehatan ringan, melakukan pencegahan penyakit, dan menjadi pelopor Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ujarnya.

Menurutnya, lingkungan pesantren yang dihuni banyak santri memerlukan sistem pemantauan kesehatan yang kuat. Karena itu, Puskesmas Kencong akan melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkala guna memastikan Poskestren dapat berfungsi secara optimal.

Dalam program pembinaan tersebut, para santri akan mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk teknik resusitasi jantung paru atau pijat jantung sebagai tindakan awal saat menghadapi kondisi darurat kesehatan.

Selain itu, santri juga akan dibekali kemampuan deteksi dini berbagai penyakit menular, terutama tuberkulosis (TBC), sehingga potensi penyebaran penyakit dapat dicegah lebih cepat.

"Kami ingin santri mampu mengenali gejala penyakit sejak dini, memahami langkah penanganan awal, dan segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Kencong, Moh. Harsono, yang hadir mewakili Camat Kencong, memberikan apresiasi atas sinergi antara Puskesmas Kencong dan Pondok Pesantren Assunniyah Al Jauhari dalam mewujudkan Poskestren.

Menurutnya, keberadaan Poskestren sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC).

"Kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui Poskestren ini, santri dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar dan apabila membutuhkan penanganan lanjutan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia," katanya.

Selain peresmian Poskestren, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan oleh tim Puskesmas Kencong dan Musyawarah Masyarakat Pesantren yang membahas berbagai isu kesehatan lingkungan, mulai dari kebersihan asrama, pengelolaan sampah, hingga pencegahan penyakit menular.

Harsono yang akrab disapa Pakde Nono menilai Poskestren akan menjadi sarana penting dalam membangun lingkungan pesantren yang sehat dan nyaman.

"Penanganan sampah dan limbah juga menjadi perhatian bersama. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak pondok agar lingkungan pesantren tetap bersih dan sehat," ungkapnya.

Dengan diresmikannya Poskestren Assunniyah Al Jauhari, diharapkan lahir kader-kader kesehatan dari kalangan santri yang mampu menjadi penggerak hidup sehat, sekaligus membantu menciptakan pesantren yang mandiri, tanggap, dan siap menghadapi berbagai persoalan kesehatan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.