DASHAT Jadi Percontohan Penanganan Stunting
VISI.NEWS | JEMBER – Pemerintah Kecamatan Kencong memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang berlangsung di Kecamatan Kencong, Rabu, (24/6/2026). Program yang digagas Dinas Kesehatan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah setempat.
Camat Kencong, Ronny Arvianto, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif kader desa dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, DASHAT tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga pada edukasi gizi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar anak. Penyusunan menu dilakukan dengan pendampingan ahli gizi sehingga lebih terukur dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.
Ronny menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga peran aktif keluarga. Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis angka stunting di Kecamatan Kencong dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, Ahli Gizi Puskesmas Kencong, Ari Wulan, menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan pelatihan kader DASHAT. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan edukasi gizi serta pendampingan kepada keluarga sasaran.
“Setelah pelatihan, lima kader akan mendampingi 50 sasaran, masing-masing menangani 10 keluarga selama enam bulan. Setiap perkembangan akan dicatat secara rutin dalam raport pemantauan,” jelasnya.
Ari menambahkan, fokus utama program DASHAT adalah membangun kesadaran dan kemandirian keluarga, khususnya para ibu, dalam menyediakan makanan bergizi seimbang bagi anak. Dengan demikian, pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, menegaskan bahwa Program DASHAT merupakan bentuk intervensi dini untuk mencegah terjadinya stunting pada bayi dan balita yang berisiko. Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam program ini berbasis pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif kader di tingkat desa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!