DASHAT Jadi Percontohan Penanganan Stunting

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB
Bagikan
/

“Setiap kader bertanggung jawab melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap 10 bayi atau balita yang memiliki potensi stunting. Dengan pemantauan yang rutin dan berkelanjutan, kondisi anak dapat diketahui sejak dini sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan,” ungkap Untung.

Ia menjelaskan, selain pendampingan intensif, program DASHAT juga dilengkapi dengan kegiatan makan bersama makanan sehat yang dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi praktik penyajian makanan bergizi sekaligus memastikan anak memperoleh asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan pertumbuhan.

Untung berharap melalui pengawasan yang konsisten dan keterlibatan aktif kader, angka stunting dapat ditekan semaksimal mungkin. “Target kami adalah mencegah anak-anak yang berpotensi stunting agar tidak sampai mengalami stunting. Dengan deteksi dini dan intervensi yang tepat, kita ingin mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” tegasnya.

Desa Wonorejo ditetapkan sebagai lokasi pilot project Program DAHSAT di Kecamatan Kencong. Melalui pemantauan intensif, program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi yang nantinya bisa direplikasi di desa-desa lain.

Camat Kencong berharap keberlanjutan program ini terus diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak keluarga berisiko stunting. Dengan dukungan semua pihak, target penurunan stunting di Kabupaten Jember, khususnya Kecamatan Kencong, diharapkan dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.