Dugaan Kekerasan di Pesantren Bintan, Santriwati Mengaku Dianiaya Oknum Pengajar

ED
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:10 WIB
Bagikan
Dugaan Kekerasan di Pesantren Bintan, Santriwati Mengaku Dianiaya Oknum Pengajar

VISI.NEWS | BINTAN – Dugaan tindak kekerasan terhadap seorang santriwati di salah satu lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menjadi sorotan setelah kronologi kejadian yang disampaikan korban beredar luas.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa malam (12/5/2026) sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB. Korban yang merupakan siswi kelas 10 Madrasah Aliyah mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal yang diduga dilakukan oleh seorang oknum pengajar berinisial R.

Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula ketika ia melihat dua santri lain sedang dihukum di area lapangan pesantren. Korban kemudian menegur cara penghukuman tersebut karena dinilai tidak wajar.

"Woi Pak, ingat fitrah Pak, fitrah! Kepala itu Pak, kasihan orang tuanya sudah bayarin fitrah," ujar korban, menirukan ucapannya saat itu.

Setelah teguran tersebut, situasi disebut memanas. Korban menuturkan bahwa beberapa guru perempuan yang berada di lokasi diduga ikut menanggapi peristiwa tersebut, sebelum akhirnya korban dan seorang rekannya dipanggil ke tengah lapangan.

Di lokasi itu, korban mengaku mengalami tindakan kekerasan. Ia menyebut sempat terkena air kotor pada bagian mata dan kemudian lehernya dipukul menggunakan karung berisi pasir.

"Pokoknya tangan bapak itu sudah ke atas langsung dipukul ke leher saya. Saya mau tumbang di situ, saya menangis. Sempat sesak napas rasanya," ungkap korban.

Menurut penuturan korban, tindakan lebih lanjut berhasil dicegah setelah beberapa guru lain datang melerai. Korban kemudian mengalami trauma dan gangguan pernapasan sesaat akibat syok dan tangisan histeris.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.