Pesona Desa China yang Memikat Dunia
Selain budaya dan seni bela diri, Guangdong juga dikenal melalui kerajinan tekstil tradisional yang telah menembus pasar internasional sejak lebih dari satu abad lalu.
Salah satu produk warisan tersebut adalah xiangyunsha atau kain kasa Kanton berlapis gambir yang sering dijuluki "emas lembut". Dahulu, kain tersebut diperdagangkan dari desa-desa di Shunde melalui jalur Sungai Mutiara menuju berbagai negara Asia, termasuk Malaysia.
Dalam tradisi lokal terdapat ungkapan yang menyatakan bahwa satu tael emas setara dengan satu tael sutra, menggambarkan tingginya nilai kain tersebut.
Hingga kini, proses pembuatan xiangyunsha masih dilakukan secara manual dan telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.
Absalom yang mencoba langsung proses pembuatannya mengaku terkejut karena teknik tersebut jauh lebih rumit daripada yang terlihat.
Selain budaya dan kerajinan, Guangdong juga memiliki kekuatan besar di sektor kuliner.
Shunde saat ini menyandang status sebagai salah satu dari sedikit kota gastronomi dunia yang diakui UNESCO. Kawasan tersebut bahkan sering disebut sebagai tempat kelahiran masakan Kanton yang terkenal di seluruh dunia.
Berbagai kuliner khas dapat ditemukan di jalan-jalan makanan yang ramai dikunjungi wisatawan. Di antaranya kulit ikan goreng renyah, susu goreng khas Shunde yang resepnya tetap dipertahankan sejak 2002, hingga irisan ikan mentah yang menjadi salah satu hidangan legendaris daerah tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!