Pesona Desa China yang Memikat Dunia
Pelatih tari singa Feng Jianhua mengatakan masyarakat setempat terus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mempelajari seni tersebut agar tradisi yang telah bertahan selama ribuan tahun tetap lestari.
"Kami hanya menyediakan kesempatan bagi anak-anak yang ingin belajar agar budaya kuno ini dapat terus diwariskan," ujarnya.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Jun'an, sebuah kawasan di Shunde yang memiliki hubungan erat dengan salah satu ikon seni bela diri dunia, Bruce Lee.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa kampung leluhur Bruce Lee berada di wilayah tersebut. Guangdong sendiri selama berabad-abad dikenal sebagai pusat perkembangan berbagai aliran seni bela diri Tiongkok bagian selatan.
Di daerah itu, masyarakat memiliki ungkapan unik yang menggambarkan kuatnya budaya kung fu. Alih-alih menyapa dengan pertanyaan "Sudah makan?", penduduk setempat lebih sering mengatakan "Sudah minum bubur malam?" yang secara budaya berarti "Sudah berlatih kung fu?".
Salah satu tokoh yang masih menjaga tradisi tersebut adalah Luo Dezhi, pewaris generasi kelima aliran Shaolin Wing Chun sekaligus sesama murid dari guru yang pernah melatih Bruce Lee.
Luo telah mengabdikan lebih dari lima dekade hidupnya untuk mempelajari dan mengajarkan seni bela diri tradisional.
"Bagi seorang praktisi bela diri, yang utama adalah moral, kemudian kekuatan fisik. Kung fu mewakili budaya tradisional China untuk memperkuat diri, melindungi diri sendiri, dan membantu orang lain," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!