Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026 Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026

Pesona Desa China yang Memikat Dunia

ED
PN
Senin, 1 Juni 2026 | 05:11 WIB
Bagikan
Pesona Desa China yang Memikat Dunia

VISI.NEWS | FOSHAN – Ketika wisatawan dunia mulai mencari pengalaman perjalanan yang lebih autentik dan beragam, China semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi favorit global. Pada kuartal pertama 2026, negara tersebut mencatat lebih dari 21,33 juta perlintasan masuk dan keluar yang melibatkan wisatawan internasional. Di tengah meningkatnya minat terhadap destinasi budaya dan kehidupan lokal, desa-desa tradisional China kini muncul sebagai daya tarik baru yang menawarkan pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk kota metropolitan.

Melalui serial dokumenter bertajuk Village Voyage, CGTN mengajak penonton menjelajahi kekayaan budaya pedesaan di Provinsi Guangdong, wilayah yang terletak di Delta Sungai Mutiara dan berada di utara Hong Kong. Perjalanan tersebut dipandu oleh pembawa acara asal Amerika Serikat, Julian Waghann, bersama wisatawan asal Namibia, Absalom Absalom, yang mengeksplorasi berbagai desa dengan tradisi dan warisan budaya yang masih terjaga hingga kini.

Bagi Absalom, pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana sebuah desa dapat berkembang secara ekonomi dan sosial tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai budaya yang menjadi jiwanya.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Desa Yang'e di Distrik Shunde, Guangdong. Desa kecil ini menyimpan sejarah panjang dalam dunia pendidikan tradisional China.

Di desa tersebut berdiri Balai Leluhur Lu yang dahulu menjadi pusat kegiatan akademik setelah seorang sarjana bernama Lu Cang mengabdikan dirinya untuk pendidikan setelah pensiun dari jabatan pemerintahan.

Meski berukuran relatif kecil, Yang'e dikenal sebagai kampung kelahiran 14 sarjana jinshi pada era Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Gelar jinshi merupakan pencapaian akademik tertinggi dalam sistem ujian kekaisaran China yang menjadi syarat untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Warisan budaya desa tidak hanya terlihat dari sejarah pendidikan. Seni tari singa yang telah diwariskan turun-temurun juga masih hidup dan diajarkan kepada generasi muda.

Pelatih tari singa Feng Jianhua mengatakan masyarakat setempat terus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mempelajari seni tersebut agar tradisi yang telah bertahan selama ribuan tahun tetap lestari.

"Kami hanya menyediakan kesempatan bagi anak-anak yang ingin belajar agar budaya kuno ini dapat terus diwariskan," ujarnya.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Jun'an, sebuah kawasan di Shunde yang memiliki hubungan erat dengan salah satu ikon seni bela diri dunia, Bruce Lee.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa kampung leluhur Bruce Lee berada di wilayah tersebut. Guangdong sendiri selama berabad-abad dikenal sebagai pusat perkembangan berbagai aliran seni bela diri Tiongkok bagian selatan.

Di daerah itu, masyarakat memiliki ungkapan unik yang menggambarkan kuatnya budaya kung fu. Alih-alih menyapa dengan pertanyaan "Sudah makan?", penduduk setempat lebih sering mengatakan "Sudah minum bubur malam?" yang secara budaya berarti "Sudah berlatih kung fu?".

Salah satu tokoh yang masih menjaga tradisi tersebut adalah Luo Dezhi, pewaris generasi kelima aliran Shaolin Wing Chun sekaligus sesama murid dari guru yang pernah melatih Bruce Lee.

Luo telah mengabdikan lebih dari lima dekade hidupnya untuk mempelajari dan mengajarkan seni bela diri tradisional.

"Bagi seorang praktisi bela diri, yang utama adalah moral, kemudian kekuatan fisik. Kung fu mewakili budaya tradisional China untuk memperkuat diri, melindungi diri sendiri, dan membantu orang lain," ujarnya.

Selain budaya dan seni bela diri, Guangdong juga dikenal melalui kerajinan tekstil tradisional yang telah menembus pasar internasional sejak lebih dari satu abad lalu.

Salah satu produk warisan tersebut adalah xiangyunsha atau kain kasa Kanton berlapis gambir yang sering dijuluki "emas lembut". Dahulu, kain tersebut diperdagangkan dari desa-desa di Shunde melalui jalur Sungai Mutiara menuju berbagai negara Asia, termasuk Malaysia.

Dalam tradisi lokal terdapat ungkapan yang menyatakan bahwa satu tael emas setara dengan satu tael sutra, menggambarkan tingginya nilai kain tersebut.

Hingga kini, proses pembuatan xiangyunsha masih dilakukan secara manual dan telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.

Absalom yang mencoba langsung proses pembuatannya mengaku terkejut karena teknik tersebut jauh lebih rumit daripada yang terlihat.

Selain budaya dan kerajinan, Guangdong juga memiliki kekuatan besar di sektor kuliner.

Shunde saat ini menyandang status sebagai salah satu dari sedikit kota gastronomi dunia yang diakui UNESCO. Kawasan tersebut bahkan sering disebut sebagai tempat kelahiran masakan Kanton yang terkenal di seluruh dunia.

Berbagai kuliner khas dapat ditemukan di jalan-jalan makanan yang ramai dikunjungi wisatawan. Di antaranya kulit ikan goreng renyah, susu goreng khas Shunde yang resepnya tetap dipertahankan sejak 2002, hingga irisan ikan mentah yang menjadi salah satu hidangan legendaris daerah tersebut.

Bagi Absalom, pengalaman menikmati kuliner di desa tersebut menjadi salah satu momen terbaik selama perjalanan.

"Ini mungkin keputusan terbaik yang saya buat tahun ini. Saya tidak pernah membayangkan bisa menemukan pengalaman kuliner seperti ini di sebuah desa," katanya.

Melalui serial Village Voyage, CGTN tidak hanya menampilkan keindahan desa-desa di Guangdong, tetapi juga menyajikan panduan perjalanan yang komprehensif melalui foto, video pendek, hingga dokumentasi dari sudut pandang langsung para pelancong.

Program tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana pembangunan pedesaan dapat dilakukan tanpa menghilangkan identitas budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Bagi wisatawan internasional, desa-desa di Guangdong menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Mulai dari balai leluhur yang sarat sejarah, seni tari singa, warisan kung fu, kerajinan sutra tradisional, hingga kuliner kelas dunia, semuanya hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Di tengah modernisasi yang terus berlangsung di China, desa-desa tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan tradisi lokal.

Melalui perjalanan yang ditampilkan dalam Village Voyage, dunia diajak melihat sisi lain China yang tidak hanya dikenal melalui kota-kota besar dan kemajuan teknologinya, tetapi juga melalui kehidupan desa yang hangat, autentik, dan penuh nilai budaya yang tetap hidup dari generasi ke generasi.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.