Pertama Kali, Gibran Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri Kota Solo

ED
Rabu, 16 Februari 2022 | 05:05 WIB
Bagikan
Pertama Kali, Gibran Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri Kota Solo

VISI.NEWS | SOLO - Kota Solo pada 17 Februari 2022 ini genap berusia 277 tahun. Berdirinya Kota Solo, merujuk pada peristiwa pindahnya Keraton Kartasura ke Desa Sala yang kemudian bernama Keraton Surakarta dan merupakan pengganti Keraton Kartasura.

Perpindahan keraton dari Kartasura ke Desa Sala yang yang semula merupakan desa "tanah perdikan" di bawah kekuasaan sesepuh bernama Ki Gedhe Sala, disebabkan Keraton Kartasura hancur akibat pemberontakan pasukan Mas Garendi dalam perang yang dikenal sebagai "Geger Pecinan".

Nama Kota Solo yang kadang kala ditulis dengan "Kota Sala" dan kini banyak dikenal masyarakat, berasal dari nama tokoh "tanah perdikan" tersebut. Sedangkan Kota Solo yang dalam tata pemerintahan disebut dengan nama Kota Surakarta, mengacu pada Keraton Surakarta dan dimasa lalu juga menjadi nama Karesidenan Surakarta yang meliputi 7 wilayah Soloraya.

Mengawali peringatan Hari Jadi Kota Solo ke-277, Selasa (15/2/2022), untuk pertama kali sejak dilantik sebagai Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, bersama Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa dan jajaran pimpinan OPD Pemkot Solo dan Forkopimda, berziarah ke makam para leluhur tokoh pendiri Kota Solo.

Ada tiga makam tokoh penting yang besar dalam mendirikan Kota Solo. Tokoh utama dalam mendirikan Kota Solo adalah Ki Gedhe Sala, penguasa Desa Sala yang tempat tinggalnya di Kampung Kedunglumbu, kini menjadi bagian dari pusat pemerintahan Keraton Surakarta.

Kemudian, tujuan ziarah berikutnya adalah ke makam Ki Ageng Henis di kawasan bekas Keraton Pajang. Tokoh Ki Ageng Henis adalah leluhur raja-raja Mataram pada masa Keraton Pajang yang didirikan Joko Tingkir alias Sultan Hadiwidjaja.

Sedangkan makam ketiga yang diziarahi, yakni makam seorang pujangga besar Keraton Surakarta, RNg. Yosodipuro, di Pengging. Kedua tokoh tersebut, ikut berperan dalam proses perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta, pada 17 Februari 1745, yang disebut sebagai "Boyong Kedhaton".

Rombongan Pemkot Solo yang terdiri dari wali kota, wakil wali kota, sekretaris daerah (Sekda) dan jajaran Forkopimda, terbagi menjadi tiga untuk berziarah ke makam Ki Gedhe Sala di kompleks Baluwarti, Keraton Surakarta, makam Ki Ageng Henis di petilasan Keraton Pajang dan makam Ki Ageng Yosodipuro, di kawasan Pesanggrahan Pengging Kabupaten Boyolali.

Gibran bersama Sekda, Ahyani dan para pejabat Forkopimda, melakukan ziarah dengan menabur bunga rampai ke pusara Ki Ageng Henis. Sedangkan wakil wali kota, Teguh Prakosa, menabur bunga di nisan Ki Gedhe Sala dan para asisten beserta kepala dinas melakukan tabur bunga ke makam Ki Ageng Yosodipuro.

“Ziarah ke makam pendiri Kota Solo ini merupakan wujud syukur kita dalam memperingati hari jadi Kota Solo. Kita berziarah mewakili warga Kota Solo untuk mengenang peran penting para leluhur yang mendirikan Kota Solo,” kata Gibran, kepada wartawan sesuai berziarah.

Sekda Ahyani, menambahkan, ziarah menjadi kegiatan pertama rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Solo setiap tahun. Ziarah khusus tersebut dilakukan kepada para tokoh yang berperan besar dalam mendirikan Kota Solo, serta yang terlibat saat "Boyong Kedhaton" dari Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta.@tok

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.