Perak Melonjak 104%, Kalahkan Bitcoin dalam Tiga Bulan Terakhir
VISI.NEWS | BANDUNG - Kinerja perak dalam beberapa bulan terakhir melampaui Bitcoin dengan selisih besar. Sejak akhir Oktober 2025, harga perak melonjak sekitar 104%, sementara Bitcoin justru turun sekitar 30% dari puncaknya di level USD 126.000 menjadi kisaran USD 87.000.
Mengutikutip dari Coinmarketcap, Sabtu (31/1/2026), perubahan ini dinilai sebagai pembalikan bersejarah. Perak bahkan menjadi lebih volatil dibandingkan Bitcoin kondisi yang menantang asumsi lama bahwa aset kripto selalu lebih berisiko dan bergerak lebih liar dibanding logam mulia
Pada (31/1/2026), harga perak ditutup di USD 48,68 per ons. Memasuki akhir Januari 2026, perak menembus level psikologis USD 100 dan kini diperdagangkan di sekitar USD 110 per ons, setelah sempat mencetak puncak sesi di atas USD 109.
Kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam tiga bulan ini menambah sekitar USD 2,83 triliun terhadap total nilai pasar perak global.
Total pasokan perak di atas permukaan tanah diperkirakan mencapai 56 miliar ons, termasuk batangan, koin, perhiasan, dan produk industri. Dengan harga Oktober, nilai pasar perak sekitar USD 2,73 triliun. Di harga terbaru di atas USD 105, valuasinya melonjak menjadi sekitar USD 6,09 triliun.
Sebagai perbandingan, tambahan nilai USD 2,83 triliun tersebut setara sekitar 1,5 kali kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini yang berada di kisaran USD 1,75 triliun.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin turun dari lebih USD 2,4 triliun menjadi sekitar USD 1,84 triliun, atau menyusut lebih dari USD 600 miliar.
Reli harga perak didorong oleh kombinasi kebutuhan industri dan keterbatasan pasokan struktural. Permintaan terbesar datang dari industri panel surya. Menurut World Silver Survey 2025 dari Silver Institute, sektor panel surya kini menyumbang 29% dari total permintaan perak industri naik tajam dari hanya 11% pada 2014.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!