Perak Melonjak 104%, Kalahkan Bitcoin dalam Tiga Bulan Terakhir
Pada Desember 2025, perak tercatat menjadi aset yang lebih volatil dibanding Bitcoin. Ini menjadi pembalikan tajam dari pola historis, di mana Bitcoin biasanya bergerak tiga hingga lima kali lebih liar dibanding logam mulia.
Saat Bitcoin bergerak terbatas di sekitar USD 87.000, harga perak justru melonjak hingga USD 84 per ons. Volatilitas realisasi 30 hari perak naik ke kisaran pertengahan 50%, sementara Bitcoin turun ke kisaran pertengahan 40%.
Dari sisi struktur pasar, pembatasan lisensi ekspor China pada Januari 2026 memperketat ketersediaan fisik perak dan mendorong harga spot di berbagai pusat perdagangan berada di atas harga kontrak berjangka. Kondisi backwardation di kurva forward London menjadi sinyal kelangkaan pasokan jangka pendek.
Di sisi lain, keputusan pemerintah AS untuk tidak mengenakan tarif pada mineral kritis termasuk perak yang masuk daftar mineral kritis AS pada 2025 ikut mengurangi tekanan penurunan harga.
Respons investor pun beragam. Bitcoin masih bergerak searah dengan aset berisiko seperti saham teknologi. ETF QQQ berbasis Nasdaq sempat turun sekitar 1% di perdagangan pra-pasar, mempertegas korelasi Bitcoin dengan ekuitas. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!