Perak Melonjak 104%, Kalahkan Bitcoin dalam Tiga Bulan Terakhir

Desi Rossilawati
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:30 WIB
Bagikan
Perak Melonjak 104%, Kalahkan Bitcoin dalam Tiga Bulan Terakhir

Setiap panel surya membutuhkan sekitar 15-25 gram perak. Kapasitas tenaga surya global diproyeksikan mencapai 665 gigawatt pada 2026. Di sisi lain, kendaraan listrik membutuhkan 25–50 gram perak per unit, lebih tinggi dibanding mobil konvensional yang hanya 15–28 gram.

Lonjakan permintaan ini terjadi seiring transisi energi hijau yang tidak lagi sekadar tren masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan saat ini.

Dari sisi pasokan, kondisi pasar juga semakin ketat. Silver Institute melaporkan tahun 2024 menjadi tahun keempat berturut-turut terjadi defisit pasokan perak:

- Produksi tambang: 819,7 juta ons

- Total permintaan: 1,16 miliar ons

- Permintaan industri: 680,5 juta ons (rekor tertinggi)

Defisit ini bersifat struktural. Lebih dari 70% produksi perak berasal sebagai produk sampingan dari penambangan timbal, seng, dan tembaga. Artinya, produksi perak tidak bisa langsung ditingkatkan hanya karena harga naik.

Riset dari Ghent University dan Engie Laborelec memproyeksikan pada 2030 permintaan perak global bisa mencapai 48.000-52.000 metrik ton per tahun, sementara pasokan hanya sekitar 34.000 metrik ton. Industri panel surya saja diperkirakan dapat menyerap 29-41% pasokan global di akhir dekade.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.