Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M Sukses dengan Tagline 'Haji Ramah Lansia
VISI.NEWS | DENPASAR - Pelaksanaan ibadah haji tahun ini tengah menjadi perbincangan hangat. Banyak tokoh dan masyarakat yang merasa puas atas pelayanan yang diberikan kepada jemaah. Bahkan pemerintah juga mengapresiasi kinerja petugas haji di bawah komando Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan jajarannya. "Pelaksanaan ibadah haji tahun ini tengah menjadi perbincangan hangat. Banyak tokoh, masyarakat yang merasa puas atas pelayanan yang didapatkan jemaah. Bahkan pemerintah juga mengapresiasi pelayanan dari petugas haji di bawah komando Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan jajarannya," kata Rektor UHN IGB Sugriwa Denpasar, I Gusti Ngurah Sudiana, Rabu (17/7/2024).
Sebagai Rektor UHN yang telah berikrar sebagai 'Kampus Kerukunan', I Gusti Ngurah Sudiana turut mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Setelah melihat dan membaca berbagai pemberitaan, banyak peningkatan layanan dari sisi kuantitas maupun kualitas pelaksanaan. Ia menilai, berbagai inovasi yang diusung berhasil memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah.
I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini di bawah kepemimpinan Gus Men kembali mengoptimalkan pelayanan kepada jemaah yang merupakan lansia, sesuai tema 'Haji Ramah Lansia'. Dengan jumlah jemaah lansia yang mencapai 44.795 orang atau sekitar 21% dari total jemaah haji reguler sebanyak 213.320 orang, perhatian khusus diberikan untuk memastikan kenyamanan mereka selama pelaksanaan haji.
Dalam melaksanakan tagline 'Haji Ramah Lansia', berbagai inovasi dilakukan oleh Kementerian Agama. Inovasi tersebut mencakup syarat istitha'ah kesehatan jemaah, petugas layanan lansia, Bimbingan Manasik (Bimsik) lansia, pengkloteran, mempersingkat seremoni, layanan lansia di Asrama Haji hingga Arab Saudi, Safari wukuf khusus, serta Tanazul lansia. Hal ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah lansia.
Peningkatan kualitas pelayanan melalui inovasi 'One Stop Service' juga tak kalah penting. Layanan terpadu ini menyediakan berbagai kebutuhan jemaah haji secara efektif dan efisien, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga bantuan medis. Dengan demikian, jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan tenang.
I Gusti Ngurah Sudiana menambahkan, pelayanan bagi jemaah haji ini bisa menjadi inspirasi bagi peningkatan pelayanan umat Hindu ke depannya. Misalnya, saat upacara tertentu yang melibatkan banyak umat, diadakan pelayanan khusus bagi lansia. Ini akan memberikan kenyamanan bagi mereka yang lanjut usia dalam menjalankan ibadah keagamaan.
Pelayanan jemaah haji ini, menurut I Gusti Ngurah Sudiana, bisa menjadi contoh dan pertimbangan bagi Pemerintah Daerah, lembaga, atau kampus ke depannya. Di Bali, misalnya, banyak upacara-upacara besar seperti Ida Bhatara Turun Kabeh, Panca Wali Krama, Ekadasa Ludra, dan upacara di Pura Khayangan Jagat yang letaknya jauh di gunung. Dengan mencontoh pelayanan haji, diharapkan pelayanan upacara-upacara besar tersebut dapat lebih ramah dan inklusif bagi lansia.
@rizalkoswara
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!