Penthalix dan Rembug Stunting Akselerasi Masalah Gizi Kronis di Kota Bandung
"Perlakuan terhadap remaja baru 73,71 persen, terutama penerima layanan status anemia. Lalu, para bayi yang dapat ASI eksklusif, ibunya harus bisa benar-benar sehat, sehingga ASI itu memiliki kandungan yang optimal sehingga bayi bisa tumbuh dengan ideal,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat sekitar pun harus ikut berperan untuk membantu keluarga berisiko stunting. Kepedulian dari masyarakat yang berkemampuan memberikan dukungan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Faktor lainnya, keluarga berisiko yang berada di kawasan kumuh masih butuh banyak perbaikan, air bersih, ventilasi, jarak antar rumah, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," katanya.
"Masalah mindset masyarakat juga perlu kita ubah secara perlahan. Sebab layak berhunian ini bisa jadi kontribusi hambatan besar untuk kita membebaskan stunting di Kota Bandung," imbuh Ema.
Oleh karena itu, Ema mengimbau agar sosialisasi aplikasi e-penting harus dimasifkan kembali ke masyarakat. Agar data balita di Kota Bandung pada tiap wilayah bisa dilihat secara real time.
"E-penting adalah pintu awal. Terus kita lakukan update sehingga bisa terlihat progresnya. Dari sana kita bisa cek mana anak yang harus difokuskan untuk penanganan stunting mana yang sudah bagus. Ini bekerja real time," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Stunting Kota Bandung, Dewi Kaniasari memaparkan, dengan adanya kegiatan Rembug Stunting, hasil analisis situasi dan rancangan kegiatan intervensi penurunan stunting kabupaten atau kota yang terintegrasi bisa didiskusikan bersama seluruh stakeholder di Kota Bandung.
"Kegiatan ini dalam rangka mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana intervensi penurunan stunting yang terintegrasi," tutur Dewi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!