Penguatan Fokus Baru dalam Pengawasan Kripto hingga Mengapa Harga Bitcoin Turun?
"Tujuan utama dari FGD ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran ide antara OJK dan penyelenggara aset keuangan digital dalam memperkuat dan mengembangkan ekosistem ini di Indonesia. Hasil yang diharapkan termasuk pengembangan ekosistem aset keuangan digital yang lebih luas dan efisien, serta memanfaatkan teknologi ini untuk mendorong inovasi di sektor keuangan," terang Yudho.
Peralihan pengawasan aset kripto ke OJK dan diskusi yang dihasilkan dari FGD ini menandai babak baru dalam regulasi keuangan digital di Indonesia. Dengan kolaborasi antara regulator dan pelaku industri, Indonesia berada di jalur yang benar untuk memanfaatkan potensi penuh aset keuangan digital, termasuk aset kripto, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
2. Mengapa Harga Bitcoin Terus Merosot: Faktor-faktor di Balik Penurunannya
Harga Bitcoin (BTC) langsung merosot ketika kuartal II 2024 dimulai, menyeret seluruh pasar kripto masuk ke dalam zona merah. Likuidasi besar-besaran terjadi di pasar kripto, membuat banyak investor khawatir. Namun apa yang menyebabkan penurunan mendadak ini, dan apa dampaknya bagi masa depan kripto?
Bitcoin mengalami penurunan dramatis, anjlok dari US$70.000 hingga US$65.000 atau kisaran Rp 1 miliar, sementara Ethereum sempat anjlok ke US$3.319 atau sekitar Rp 52 juta.
Kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di sekitar US$1,3 triliun dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$40 miliar. Penurunan harga yang cepat memicu serangkaian likuidasi besar-besaran.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan salah satu faktor utama penurunan harga Bitcoin adalah ETF Bitcoin yang mencatat total arus keluar tinggi dalam beberapa hari terakhir sejak awal April 2024. GBTC Grayscale, ampaknya berkontribusi terhadap penurunan Bitcoin karena Grayscale terus mengalami arus keluar dana yang signifikan.
Pada tanggal 1 April, GBTC mengalami arus keluar sebesar US$302,6 juta, terutama berkontribusi terhadap arus keluar bersih gabungan sebesar US$85,7 juta yang dicatat oleh ETF Bitcoin ini. Hal ini telah membawa lebih banyak tekanan jual pada Bitcoin, yang saat ini membebani tekanan beli di ekosistem. Sementara, data menunjukkan produk investasi ini mencapai total arus masuk US$862 juta pada minggu lalu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!