Pengamat Sebut Usulan Pindah Gerbong Perempuan 'Ngaco', Soroti Masalah Utama KAI

Desi Rossilawati
Rabu, 29 April 2026 | 11:02 WIB
Bagikan
Pengamat Sebut Usulan Pindah Gerbong Perempuan 'Ngaco', Soroti Masalah Utama KAI

Pernyataan itu disampaikan dengan mempertimbangkan insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur, di mana mayoritas korban merupakan perempuan.

Menurut Arifah, posisi ujung depan dan belakang rangkaian kereta lebih berisiko saat terjadi kecelakaan.

Karena itu, ia mengusulkan agar bagian tersebut diisi penumpang umum atau laki-laki untuk meminimalkan fatalitas pada kelompok rentan.

"Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," kata Arifah Fauzi.

Kronologi singkat kecelakaan

Diketahui, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB, Senin malam. Peristiwa itu terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 14 penumpang KRL tewas hingga pukul 08.45 WIB, berdasarkan data terbaru yang disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Senin (28/4/2026).

Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.