Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Pengamat Nilai Swasembada Gula Perlu Reformasi Menyeluruh Industri Nasional

Desi Rossilawati
Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Bagikan
Pengamat Nilai Swasembada Gula Perlu Reformasi Menyeluruh Industri Nasional

./visi.newsalodokter.

Amran juga menyoroti rembesan gula rafinasi impor ke pasar konsumsi yang dinilai berdampak terhadap industri gula nasional. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan PT Perkebunan Nusantara mengalami kerugian sekitar Rp600 miliar karena gula produksi perusahaan kalah bersaing di pasar.

Ia menambahkan, harga molase atau tetes tebu di tingkat petani turun dari sekitar Rp1.900 menjadi Rp1.000 per liter pada Maret 2026. Selain itu, petani tebu di Jawa Timur sempat mengancam mogok massal karena gula hasil panen belum terserap pasar dan pencairan dana sebesar Rp1,5 triliun dari Danantara untuk penyerapan gula petani mengalami penundaan.

Menurut Amran, kondisi tersebut menyebabkan sekitar 1,6 juta ton gula petani belum terserap pasar dengan estimasi kerugian ekonomi yang mencapai Rp4 triliun hingga Rp7 triliun.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.