Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit
"PSO itu operasional, subsidi macam-macam. Jadi kita masing-masing memberikan kontribusi untuk subsidi operasional. Gaji para sopir, bahan bakar, pemeliharaan, pengadaan, dan lain-lain," tutur Farhan.
Komponen tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan pengadaan armada. Setelah layanan berjalan, pemerintah juga perlu mendukung berbagai kebutuhan operasional secara berkelanjutan.
Gaji pengemudi, bahan bakar, perawatan kendaraan, serta kebutuhan operasional lainnya menjadi bagian dari biaya yang harus ditanggung agar masyarakat tetap dapat menggunakan layanan BRT.
Karena itu, kebutuhan PSO bersifat rutin dan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan transportasi publik.
Kebutuhan PSO Diperkirakan Rp200 Miliar Setahun
Dalam skala yang lebih besar, kebutuhan PSO untuk operasional BRT diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar per tahun.
Dari total kebutuhan tersebut, Kota Bandung diperkirakan menanggung hampir seperempat bagian. Artinya, kontribusi Kota Bandung dapat mencapai sekitar 25 persen dari total kebutuhan PSO apabila skema tersebut menjadi dasar pembagian pembiayaan.
"Kalau terbesar sih pasti di kita. Dari Rp200 miliar setahun itu kita kebagian sekitar hampir 25 persen sekarang," ungkap Farhan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!