Pemerintah Korsel Beri Penghargaan ke 3 WNI Setelah Menyelamatkan Penduduk Desa dari Kebakaran
Dia bersama dengan kepala desa nelayan menggendong lansia dan berlari ke pemecah gelombang di depan desa, sekitar 300 meter jauhnya.
Desa tersebut terletak di lereng pantai dengan rumah-rumah berkelompok. Hal ini menyulitkan para lansia untuk bergegas mengungsi.
"Jika Tuan Sugianto tidak ada di sana, kami semua pasti sudah mati," kata seorang warga berusia 90 tahun.
Lansia itu mengaku sedang tertidur pulas saat insiden terjadi. Namun, dia tiba-tiba terbangun setelah mendengar teriakan Sugianto.
"Saya melihat keluar dan melihat Sugianto di sana. Saya berhasil melarikan diri dari rumah dengan menggendongnya," tutur lansia tersebut.
Menurut pengakuan Sugianto, dia tidak betul-betul ingat berapa kali dirinya berlarian dengan kepala desa nelayan ini.
Dia hanya ingat menggendong beberapa nenek yang terbangun saat api mulai melahap hutan.
"Saya menggendong nenek-nenek yang terbangun karena suara 'cepat, cepat' dan turun bukit, tetapi saya takut ketika melihat api tepat di depan toko," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!