Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Pemerintah Korsel Beri Penghargaan ke 3 WNI Setelah Menyelamatkan Penduduk Desa dari Kebakaran

Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 10:32 WIB
Bagikan
Pemerintah Korsel Beri Penghargaan ke 3 WNI Setelah Menyelamatkan Penduduk Desa dari Kebakaran

VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan memberikan penghargaan kepada tiga warga negara Indonesia (WNI) atas aksi heroiknya menyelamatkan lansia yang terjebak kebakaran di Yeongdeok-gun, Gyeongbuk, Korea Selatan.

Penghargaan itu diberikan kepada Sugianto (31), Dipio Leo (24), dan Saputra Biki Septa Eka (24) yang berprofesi sebagai nelayan pada Jumat (18/4/2025).

Mengutip dari dari Naver, Senin (21/4/2025), ketiga WNI itu juga menerima visa tempat tinggal kontributor khusus (F-2) dari Kementerian Kehakiman Korea Selatan.

Saat ini, mereka tinggal di Korea Selatan dengan visa untuk nelayan di bawah sistem izin kerja.

Berbeda dengan visa untuk nelayan, visa F-2 membuat penerimanya bisa tinggal dalam jangka waktu yang panjang di Korea Selatan dan memungkinkan penerimanya untuk mengundang keluarga ke sana.

Pemerintah Korea Selatan beri apresiasi

Saat pemberian penghargaan, Menteri Kehakiman Park Sung-jae menyampaikan apresiasi kepada 3 WNI yang berhasil menyelamatkan lansia di tengah kebakaran hutan di Yeongdeok-gun, Gyeongbuk, Korea Selatan.

"Tindakan berani ketiga orang ini telah menyelamatkan banyak nyawa dan tindakan mereka sangat menyentuh hati masyarakat, serta membawa penghiburan besar selama masa sulit bencana nasional yang disebabkan oleh kebakaran hutan," kata Park Sung-jae, masih dari sumber yang sama.

Park Sung-jae mengatakan pemerintah secara aktif mendukung ketiga WNI tersebut agar dapat hidup dengan layak dan stabil di Korea Selatan.

Di sisi lain, salah satu penerima penghargaan, Sugianto mengaku sudah menganggap masyarakat Korea Selatan seperti keluarganya sendiri. Hal itulah yang mendorongnya untuk menyelamatkan lansia yang terjebak kebakaran hutan.

"Para tetua di lingkungan ini sudah seperti keluarga saya. Saya melakukan apa yang harus saya lakukan," katanya.

Pria itu memiliki mimpi ingin menjadi kapten dan sukses sebagai nelayan di Korea Selatan.

WNI gendong lansia untuk selamatkan diri

Aksi heroik dilakukan 3 WNi di tengah kebakaran hutan yang terjadi di Yeongdeok-gun, Gyeongbuk, Korea Selatan pada 25 Maret 2025.

Dikutip dari Chosun, Sugianto bersama kepala desa nelayan, Yoo Myeong-shin berlarian untuk menyelamatkan puluhan penduduk desa.

Keduanya berlari dari rumah ke rumah penduduk pada pukul 23.00 waktu setempat untuk memberitahu telah terjadi kebakaran. Api melahap hutan dengan cepat akibat terbawa oleh angin.

Dia bersama dengan kepala desa nelayan menggendong lansia dan berlari ke pemecah gelombang di depan desa, sekitar 300 meter jauhnya.

Desa tersebut terletak di lereng pantai dengan rumah-rumah berkelompok. Hal ini menyulitkan para lansia untuk bergegas mengungsi.

"Jika Tuan Sugianto tidak ada di sana, kami semua pasti sudah mati," kata seorang warga berusia 90 tahun.

Lansia itu mengaku sedang tertidur pulas saat insiden terjadi. Namun, dia tiba-tiba terbangun setelah mendengar teriakan Sugianto.

"Saya melihat keluar dan melihat Sugianto di sana. Saya berhasil melarikan diri dari rumah dengan menggendongnya," tutur lansia tersebut.

Menurut pengakuan Sugianto, dia tidak betul-betul ingat berapa kali dirinya berlarian dengan kepala desa nelayan ini.

Dia hanya ingat menggendong beberapa nenek yang terbangun saat api mulai melahap hutan.

"Saya menggendong nenek-nenek yang terbangun karena suara 'cepat, cepat' dan turun bukit, tetapi saya takut ketika melihat api tepat di depan toko," ungkapnya.

Berkat aksinya itu, sekitar 60 orang yang tinggal di Gyeongbuk berhasil selamat dan mengungsi ke pemecah gelombang.

"Jika bukan karena Sugianto dan kepala desa nelayan, kami pasti dalam masalah besar. Kami berharap dapat terus bekerja dan hidup dengan pemuda yang luar biasa dan dapat dipercaya seperti dia," kata warga desa. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.