Pemerintah Ingin Bentuk Komite Aset Kripto hingga Berita Hoaks Dorong Kenaikan Bitcoin
Kini, kedua entitas tersebut mengoperasikan kepengurusan bersama-sama dengan tujuan meningkatkan sinergi, pengawasan, serta pertumbuhan industri aset kripto yang berkelanjutan. “Kami di Aspakrindo dan A-B-I berdedikasi untuk secara bersama-sama mempromosikan edukasi, transparansi, dan memastikan keberlangsungan sehat dari ekosistem kripto dan blockchain,” tutur Yudho yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Aspakrindo.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mengembangkan dan mengatur industri aset kripto. Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memposisikan diri sebagai pemimpin di panggung internasional dalam hal regulasi dan inovasi aset kripto.
Kebijakan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya siap beradaptasi dengan teknologi baru, namun juga berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam memandu arah masa depan industri kripto global.
2. Apakah Aksi Harga Bitcoin pada Berita ETF BTC Palsu Jadi Tanda Bull Run?
Harga Bitcoin (BTC) tiba-tiba mengalami lonjakan hingga US$ 30.000 atau sekitar Rp 471 juta pada Senin (16/10/2203) malam, namun kemudian anjlok dengan cepat. Volatilitas tinggi harga Bitcoin tersebut terjadi setelah beredar rumor bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah memberikan persetujuannya untuk ETF Bitcoin spot iShares milik Blackrock.
Komunitas kripto sangat menantikan keputusan SEC, yang dapat menandai tonggak penting bagi pasar dan industri kripto. Namun, lonjakan ini didasarkan pada informasi yang belum diverifikasi, karena situs resmi SEC tidak mengonfirmasi persetujuan ETF Bitcoin spot pada saat itu, sehingga langsung membuat harga BTC anjlok, meski masih berada di zona hijau di atas level US$ 28.000 (Rp 442 juta).
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat volatilitas yang terjadi pada Bitcoin akibat laporan palsu tentang persetujuan ETF BTC spot memberikan gambaran tentang potensi pergerakan harga, jika keputusan tersebut benar-benar terjadi.
"Persetujuan asli dari SEC dapat memicu kenaikan harga yang jauh lebih besar, karena kesalahan media adalah bukti bahwa peristiwa tersebut belum sepenuhnya diperhitungkan. Kami melihat adanya sentimen positif dan permintaan kuat yang akan dihasilkan oleh produk ETF bagi pelaku pasar. Peristiwa yang lalu juga menunjukkan respons pasar jika ETF benar disetujui, yang mungkin dapat menjadi pendorong momen Bitcoin bull run," kata Fyqieh.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!